Sinyal Konsolidasi Pertahanan Daerah: Menhan Sjafrie Tegaskan Peran Strategis Batalyon Teritorial di Sukabumi

Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, ke Komplek Asrama Haji Pusbangdai Cikembang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/09/2026).

SUKABUMISATU.com, CIKEMBAR – Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, ke Komplek Asrama Haji Pusbangdai Cikembang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/09/2026), membawa pesan politik pertahanan yang kuat. Kehadiran pimpinan Kemenhan bersama deretan pejabat tinggi militer dan pemerintah daerah ini mempertegas posisi strategis Sukabumi dalam peta penguatan pertahanan wilayah nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan meninjau langsung kesiapan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 331/Sanca Manggala. Pembentukan dan pengarahan langsung terhadap batalyon baru ini memotret arah kebijakan politik pertahanan pemerintah: memperkuat postur pertahanan berbasis wilayah yang mengintegrasikan kemampuan tempur dengan fungsi teritorial.

Baca Juga  Nyawa Anak Melayang di Tengah Hujan Penghargaan, Masih Pantaskah Sukabumi Disebut Kabupaten Layak Anak?

Sinyal konsolidasi politik-keamanan ini makin menguat dengan hadirnya jajaran elite militer dan sipil. Menhan memboyong pejabat kunci seperti Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Sekjen Kemenhan Letjen TNI Tri Budi Utomo, hingga Kabulog Pertahanan Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani. Dari unsur daerah, Bupati Sukabumi Asep Japar beserta jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat turut hadir mendampingi.

Kehadiran jajaran elite pertahanan nasional yang berpadu dengan kepemimpinan daerah ini menyimbolkan sinergi politik antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin stabilitas keamanan di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Dalam arahannya di hadapan sekitar 450 prajurit, Sjafrie menegaskan bahwa Batalyon TP 331 tidak hanya berfungsi sebagai garda militer, tetapi juga instrumen negara yang hadir langsung di tengah dinamika masyarakat.

Baca Juga  Lolos Evaluasi Gubernur, Bupati Asep Japar Pastikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Siap Jadi Perda

“Jaga nama baik dan kehormatan Batalyon 331 sebagai batalyon baru. Jangan melakukan tindakan yang dapat merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap satuan,” tegas Menhan.

Secara analisis politik keamanan, penekanan Menhan terhadap pentingnya menjaga legitimasi publik dan doktrin Sapta Marga merupakan langkah preventif agar kemitraan TNI dan rakyat di daerah tetap solid. Di tengah dinamika nasional, keberadaan Batalyon Teritorial baru seperti Yonif TP 331 diproyeksikan menjadi jangkar penyeimbang yang menjaga stabilitas sosial, politik, dan keamanan wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Reporter: Suhendi Soex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *