Rabu,20 Mei 2026
Pukul: 11:42 WIB

Menelusuri Asal-Usul Sukabumi (Bagian 1): Runtuhnya Kadatuan Pamingkis dan Misteri Bocah Muka Monyet

Menelusuri Asal-Usul Sukabumi (Bagian 1): Runtuhnya Kadatuan Pamingkis dan Misteri Bocah Muka Monyet

Selasa, 19 Mei 2026
/ Pukul: 15:12 WIB
Selasa, 19 Mei 2026
Pukul 15:12 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM — Jauh sebelum dikenal dengan nama Kota Sukabumi, wilayah yang terletak di bawah kaki Gunung Gede dan Gunung Salak ini menyimpan kisah sejarah yang berbalut legenda urban. Berdasarkan catatan budayawan legendaris Sukabumi, almarhum Ki Anis Djatisunda (Ki Rakean Puraga Sastra) yang ia tulis dalam Pakujajar di Gunungparang yang terjadi pada abad ke-16 saat runtuhnya Kerajaan Padjadjaran (Padjadjaran Runtag).

​Saat itu, wilayah Sukabumi masih bernama Tatar Pagadungan atau Tanah Awatan Pagadungan, yang berada di bawah kekuasaan Padjadjaran Tengah (Bogor). Pusat pemerintahannya dikenal sebagai Kadatuan Pamingkis, yang diperkirakan berada di sekitar Gunung Walat, Cibadak saat ini.

Baca Juga  Perjuangan Rakyat Jampang Melawan Belanda: Jejak Harta Karun dan Sejarah yang Terkubur

Tragedi Berdarah dan Pelarian Sang Permaisuri

​Ketika pasukan Kesultanan Banten yang dibantu Cirebon dan Demak menggempur Padjadjaran, Tatar Pagadungan ikut luluh lantak. Sang Bupati, Ki Ranggah Bitung, gugur di medan laga. Kadatuan Pamingkis dibakar habis hingga menjadi arang.

​Namun, takdir masih menyisakan harapan. Istri sang Bupati, Nyai Raden Puntang Mayang, yang tengah hamil tua, berhasil dilarikan oleh Jaro (Lurah) Kadatuan Pamingkis, Ki Jaro Loa Kutud, bersama istrinya Nini Rumpay Tanggeuy Ringsang.

​Atas petunjuk gaib dari Resi Tutug Windu di Gunung Bongkok, mereka membawa sang permaisuri mengungsi ke tempat yang lebih aman: Gunung Sunda di kawasan Cimaja Cikakak saat ini.

Baca Juga  Sejarah hingga Kisah Mistis, Cerita di Balik Objek Wisata di Pajampangan

Penemuan Bocah Misterius di Tengah Hutan

​Di tengah pelarian menembus hutan belantara menuju Gunung Sunda, rombongan ini dikejutkan oleh penemuan seorang anak laki-laki berusia sekitar 6–7 tahun.

Anak ini memiliki rupa yang sangat aneh:

​Wajahnya jelek dan menyerupai monyet atau kera. Ketika ditanya asal-usul dan orang tuanya, bocah misterius itu bungkam. Ia hanya mengaku dibawa seseorang saat kampung halamannya dibakar musuh.

​Merasa iba dan yakin bahwa anak ini bukan keturunan orang sembarangan, Ki Jaro Loa Kutud akhirnya membawa bocah tersebut ikut mengungsi ke Gunung Sunda. Kelak, anak inilah yang memegang kunci penting dari lahirnya nama Sukabumi. (Bersambung ke Bagian 2)

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)