SUKABUMISATU.COM, CIAMBAR – Upaya penanganan darurat terus dilakukan pascalongsor yang menghantam rumah warga di Perum BMI 3, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/5/2026) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB itu menyebabkan rumah milik Pirman (38) mengalami kerusakan parah setelah tertimbun material longsoran dari tebing setinggi sekitar 8 meter. Akibatnya, rumah tersebut kini tidak lagi layak dihuni.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu keluarga yang terdiri dari lima jiwa terpaksa mengungsi ke kantor pemasaran BMI 3 untuk menghindari potensi longsor susulan.
Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Sukabumi bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, hingga Pramuka Peduli langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan awal.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciambar, Dedi Supianto, menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi menjadi penyebab utama kejadian tersebut. “Curah hujan yang cukup tinggi membuat tebing tidak mampu menahan debit air sehingga terjadi longsor dan menimpa rumah warga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat tebing dan daerah rawan longsor,” katanya.
Namun, proses pembersihan material longsor masih menghadapi kendala. Sejumlah barang milik korban, termasuk pakaian dan perabotan rumah tangga, masih tertimbun tanah sehingga memperlambat evakuasi.
Dedi menegaskan, saat ini pihaknya fokus pada penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan korban. “Saat ini fokus kami adalah penanganan darurat dan memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi,” ucapnya.
Ia berharap bantuan dapat segera terealisasi agar korban bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dalam waktu dekat. “Kami berharap ada bantuan cepat agar keluarga terdampak bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang aman,” pungkasnya.
Reporter: M Mawaldi/Suhendi Soex










