SUKABUMISATU.COM, SAGARANTEN – Peristiwa nahas menimpa sejumlah warga di Kampung Pojok, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Sebuah jembatan bambu yang sedang diperbaiki tiba-tiba roboh dan mengakibatkan lima orang pekerja mengalami luka-luka, Sabtu (02/05/2026).
Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekira pukul 08.30 WIB. Saat itu, warga tengah bergotong-royong memperbaiki Jembatan Pojok yang kondisinya sudah mulai lapuk. Jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 2 meter tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat setempat.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Deniar Rumpaka, mengungkapkan bahwa kronologi kejadian bermula saat sembilan orang warga sedang melakukan aktivitas perbaikan sejak pukul 08.00 WIB.
”Lima orang berada di atas struktur jembatan, sementara empat lainnya berada di bawah untuk melakukan perbaikan. Namun, sekira pukul 08.30 WIB, material bambu yang sudah lapuk tiba-tiba patah,” ujar Deniar dalam laporan resminya.

Akibat patahnya struktur jembatan tersebut, pekerja yang berada di atas terpental jatuh ke bawah, sementara pekerja yang berada di bawah tertimpa material bambu jembatan yang ambruk.
”Dari kejadian ini, total ada lima orang korban. Tiga orang terpental jatuh dan dua orang lainnya tertimpa bambu,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, identitas korban adalah sebagai berikut:
Ade Supriatan (58): Mengalami luka sedang dan sempat dilarikan ke RSUD Sagaranten.
Muhyandi (40): Luka ringan.
Hamudin (35): Luka ringan.
Badang (56): Luka ringan.
H. Idris (63): Luka ringan.
Deniar memastikan bahwa kondisi para korban saat ini sudah mulai membaik. Korban yang sempat dibawa ke RSUD Sagaranten pun telah diperbolehkan pulang.
”Keterangan terakhir, korban luka yang dibawa ke RSUD sudah berangsur membaik dan sudah kembali ke rumah,” jelasnya.
Pasca kejadian, P2BK Sagaranten langsung melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Cibitung dan Forkopimcam Sagaranten. Upaya evakuasi material jembatan dilakukan secara kolaboratif melibatkan Damkar Sagaranten, Tagana, Trantib Kecamatan, Koramil 2211 Sagaranten, Polsek Sagaranten, IPSM, dan warga sekitar.
Pihak otoritas setempat juga memberikan imbauan kepada warga agar selalu waspada terhadap kondisi infrastruktur yang sudah lapuk guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.
Reporter: Arismanto
Editor: Demi Pratama Adiputra










