Santri di Pondok Pesantren At-Taufik Meninggal Tersengat Listrik, Polisi Lakukan Penyelidikan Awal

Jenazah Santri bersama tim medis dan Tempat kejadian perkara. Sumber: Polsek Sagaranten

SUKABUMISATU.com – Seorang santri bernama Muhammad Ilyas (18) meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik di lingkungan Pondok Pesantren At-Taufik, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 17.15 WIB.

Peristiwa tragis ini terjadi ketika korban sedang berkumpul bersama teman-temannya di area belakang masjid pesantren.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, Ilyas diketahui sempat memegang besi penyangga toren air yang diduga teraliri listrik.

“Saat itu Ilyas sempat bilang kalau besinya nyetrum, tapi dia masih memegang sambil menginjak besi itu. Tiba-tiba tubuhnya kejang-kejang,” ungkap Abdul Ajis (15), salah satu teman korban yang turut berada di lokasi.

Melihat kondisi Ilyas tak sadarkan diri, para santri lain langsung mengevakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Cidolog. Namun, bidan yang memeriksa, Eliawati, menyatakan korban sudah tidak bernyawa.

Baca Juga  Kronologi Pekerja Jaringan Internet Tewas Tersengat Listrik di Cibadak Sukabumi

Untuk memastikan penyebab kematian, korban kemudian dirujuk ke RSUD Sagaranten.

Dokter jaga, dr. Debit, kembali menegaskan bahwa Ilyas telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.

“Tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban. Diduga korban mengalami gangguan fungsi organ vital seperti jantung dan paru-paru akibat sengatan listrik,” jelas dr. Debit dalam pemeriksaan visum luar.

Jenazah kemudian dibawa kembali ke pesantren untuk dimandikan, dipulasara, dan dishalatkan. Setelah itu, pihak keluarga membawa almarhum pulang ke rumah duka di Kampung Tipar, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten.

Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Kapolsek Sagaranten, AKP A. Suryana, SH, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya sudah melakukan serangkaian tindakan kepolisian.

Baca Juga  Tragis! Maling Ayam Tewas usai Dipukuli Warga di Cidadap Sukabumi

“Kami menerima laporan, mendatangi TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta mengamankan lokasi sekitar toren air untuk mencegah kejadian serupa,” ujar AKP Suryana kepada SUKABUMISATU.com.

Dirinya menambahkan bahwa polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pengurus pesantren.

“Keluarga almarhum menolak autopsi dan menerima kematian korban sebagai takdir Allah SWT. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan sumber aliran listrik pada besi penyangga toren tersebut,” tambahnya.

Pengurus Pondok Pesantren At-Taufik menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya santri mereka.

“Ini musibah yang tidak kami duga. Kami sangat kehilangan. Ilyas anak yang baik, santun, dan rajin belajar,” ucap salah satu pengurus pesantren yang enggan disebutkan namanya.

Saat ini, Polsek Sagaranten masih melakukan pengecekan instalasi listrik di sekitar toren air yang menjadi lokasi kejadian. Petugas juga mengimbau pengurus pesantren untuk memperketat pemeriksaan jalur listrik guna mencegah insiden berulang.

Baca Juga  4 Korban Meninggal dalam Kecelakaan Maut Pintu Tol Jagorawi Adalah Warga Sagaranten Sukabumi

Reporter: Aris

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *