Dituding Aniaya Anak Tiri Hingga Tewas, TR Buka Suara: “Itu Penyakit, Bukan Kekerasan!”

Almarhum NS (12), saat mendapatkan perawatan di RSUD Jampangkulon bersama Ibu dan Ayah Kandungnya. Kamis, (19/02/26).

SUKABUMISATU.com – Teka-teki penyebab kematian NS (13), pelajar asal Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, mulai menemui titik terang. Tim forensik menemukan fakta medis ganda: adanya bekas kekerasan fisik sekaligus indikasi penyakit kronis di organ dalam almarhum.

​Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa penyelidikan kini menggunakan pendekatan scientific crime investigation untuk mengkaji keterkaitan antara luka fisik luar dengan kondisi medis internal korban yang meninggal di RSUD Jampangkulon, Kamis (19/2/2026) lalu.

Temuan Luka Bakar dan Penyakit Dalam

​Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim forensik, ditemukan beberapa fakta medis yang cukup kontradiktif namun krusial bagi penyidikan:

​Luka Fisik: Ditemukan luka bakar api derajat 2A di sejumlah bagian tubuh, serta luka lecet akibat kekerasan tumpul pada bagian bibir.

Baca Juga  Viral! Anak Kades Sukatani Ngamuk di Rapat Bersama Warga, Meja Dipukul Suasana Memanas

​Kondisi Internal: Tim medis menemukan adanya indikasi penyakit kronis pada paru-paru korban yang diduga telah berlangsung lama.

​”Investigasi ilmiah ini menjadi dasar utama kami untuk mengungkap fakta yang sebenarnya secara akurat dan transparan, tanpa terpengaruh isu yang berkembang di tengah publik,” tegas AKBP Samian dalam keterangan resminya, Sabtu (21/2/2026).

Klarifikasi Ibu Tiri dan Keluarga Besar

​Di sisi lain, TR (47), ibu tiri korban, membantah keras tudingan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya. Ia mengklaim kondisi kulit NS yang melepuh disebabkan oleh penyakit darah, bukan kekerasan.

​”Informasi yang saya dapat, gejalanya mengarah pada leukemia autoimun. Luka-luka itu dampak dari penyakitnya,” ujar TR. Ia menambahkan bahwa dirinya telah merawat NS dengan kasih sayang sejak korban duduk di bangku kelas 3 SD.

Baca Juga  Kasus Nizam Sukabumi: Kejari Terima SPDP Ibu Tiri, Jaksa P-16 Mulai Kawal Penyidikan

​Senada dengan TR, uwa almarhum sekaligus kakak kandung ayah korban, Bakang Anwar Asadi, meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan opini negatif.

​”Kami bersama ibunya (TR) ini fokus mengurus pemakaman hingga tahlilan setiap hari. Jangan menyebarkan opini yang tidak bagus. Biarkan proses hukum yang berjalan,” ungkap Bakang.

Kapolres: “Masyarakat Jangan Terpancing Isu”

​Menyikapi tensi yang tinggi di media sosial, Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengimbau warga untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum.

​”Kami memahami keprihatinan masyarakat. Namun, kami mengimbau semua pihak untuk bersabar dan tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Berikan ruang kepada tim forensik dan penyidik untuk bekerja secara profesional,” pungkasnya.

Baca Juga  Kejanggalan Kasus NS (13), Kuasa Hukum TR Sebut Ada Potensi Keterlibatan Pihak Lain

​Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami apakah luka fisik yang ditemukan menjadi penyebab langsung kematian, ataukah kondisi penyakit paru kronis yang menjadi faktor utama.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *