Dugaan Penganiayaan Bocah Asal Surade Hingga Meninggal Viral, Polisi: Masih Penyelidikan

Cuplikan dalam video bocah meninggal.

SUKABUMISATU.com – Isu dugaan kekerasan terhadap seorang anak laki-laki berinisial NS, warga Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini dipicu oleh beredarnya video memilukan di media sosial yang memperlihatkan kondisi korban dengan luka lebam dan bekas luka bakar sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pengakuan Memilukan Sebelum Ajal

​Dalam rekaman video yang beredar, korban NS tampak terbaring lemah di RSUD Jampangkulon dengan luka lebam di area wajah dan luka bakar yang cukup lebar di bagian paha kiri. Saat dikonfirmasi oleh Haji Isep Dadang Sukmana, Ketua Yayasan Forum Barisan Benteng Pajampangan (YFSBBP), korban memberikan pengakuan mengejutkan terkait dugaan penyiksaan yang dialaminya:

  • ​Siksaan Fisik: NS mengaku kerap dipukul oleh ibu tirinya hingga pernah tidak sadarkan diri atau pingsan.
  • ​Intensitas Kekerasan: Korban menyebut tindakan kekerasan tersebut terjadi dengan frekuensi yang sangat sering, yakni “siang malam”.
  • ​Dipaksa Konsumsi Air Panas: Lebih tragis lagi, NS mengaku dipaksa mengonsumsi nasi yang masih sangat panas dan meminum air panas.
  • ​Luka Bakar di Tubuh: Terkait luka di pahanya, korban mengonfirmasi bahwa ia sempat “disebor” atau disiram menggunakan air panas.
Baca Juga  Ibu Tiri NS Jadi Tersangka, Kuasa Hukum: 'Benar atau Salah, Kita Uji di Pengadilan

 

Polisi Minta Masyarakat Tak Berspekulasi

​Menanggapi isu yang berkembang cepat ini, Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhlis, menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak mendalami kasus tersebut. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan karena proses hukum masih berjalan.

​“Itu belum jelas. Saat ini semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan selesai,” tegas AKP Muhlis pada Jumat (20/02/2026).

​Senada dengan kepolisian, Haji Isep Dadang Sukmana yang mendampingi korban sejak awal membenarkan kondisi korban dalam video tersebut. Namun, pihaknya memilih menahan diri untuk tidak memberikan detail lebih jauh hingga hasil autopsi keluar demi menghormati proses hukum.

Baca Juga  Update Kasus Kematian Bocah di Jampang Kulon: Polisi Periksa 16 Saksi, Tunggu Hasil Uji Organ Dalam

Jenazah Akan Diautopsi

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah NS direncanakan akan dibawa ke Sukabumi untuk menjalani proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan bukti medis. Status hukum ibu tiri korban pun masih menunggu perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *