SUKABUMISATU.com – Suasana pagi yang tenang di Kampung Cilomang, Desa Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi isak tangis memilukan. Seorang pemuda berinisial EL (25), ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dahan pohon matoa, Selasa (20/1/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Pasalnya, EL dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam dan tidak pernah mengeluhkan masalah apapun kepada orang terdekatnya.
Kesaksian Warga: “Dikira Boneka”
Penemuan jasad EL pertama kali disaksikan oleh Solahudin (46), warga setempat yang saat itu hendak berangkat menuju kebun. Di tengah cahaya pagi yang masih remang, ia dikejutkan dengan bayangan sosok yang tergantung di kejauhan.
”Awalnya saya lihat dari jauh, kok ada yang menggantung di pohon matoa. Saya pikir itu boneka,” ujar Solahudin kepada awak media di lokasi kejadian.
Rasa penasaran membawa Solahudin mengajak warga lain, Edi, untuk memastikan temuannya. Namun betapa terkejutnya mereka saat mendekat, sosok yang mereka kira boneka tersebut adalah tetangga sekaligus kerabat mereka sendiri yang sudah tidak bernyawa dengan lilitan tali selang spiral hijau.
Suasana makin pecah saat keponakan korban datang berlari sambil histeris memanggil-manggil pamannya tersebut. “Mang Eey… Mang Eey…” teriak sang keponakan di tengah tangisnya.
Sosok Pendiam yang Menyimpan Luka
Kepergian EL meninggalkan duka yang teramat berat, terutama bagi sang ibu, Ibu Een. EL merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, putra almarhum Bapak Suhardi. Di mata keluarga, almarhum adalah pribadi yang lurus dan tidak pernah memiliki musuh.
Kakak kandung korban, Ardiansyah, mengaku sangat terpukul. Ia menyebut adiknya memang memiliki kepribadian yang tertutup.
”Secara pribadi, adik saya ini sangat pendiam. Jarang bicara dengan siapapun, termasuk keluarga. Jadi kami benar-benar tidak tahu apakah dia punya masalah atau tidak. Makanya keluarga sangat syok, terutama ibu,” ungkap Ardiansyah dengan nada lirih.
Diduga, depresi menjadi faktor yang melatarbelakangi EL mengambil keputusan nekat tersebut. Namun, apa yang sebenarnya terpendam di balik sikap diamnya, kini terbawa pergi selamanya.
Keluarga Menolak Autopsi
Menerima laporan tersebut, Kapolsek Kadudampit bersama unit Inafis Polres Sukabumi Kota dan Camat Kadudampit segera meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah dilakukan musyawarah, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian EL sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi dengan membubuhkan surat pernyataan resmi di hadapan petugas.
Kini, jenazah pemuda malang tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan segera dimakamkan di pemakaman setempat.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












