SUKABUMISATU.com – Ketua RT 03 Kampung Mariuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sulamto, menyuarakan keluhan keras terkait persoalan genangan air yang disebutnya telah berlangsung puluhan tahun tanpa ada penanganan signifikan dari pihak terkait.
Menurut Sulamto, setiap kali hujan turun, wilayahnya berubah layaknya kawasan rawa. Air meluap, saluran tidak berfungsi, hingga air kotor masuk ke pemukiman warga.
“Warga saya sudah terlalu lama hidup dengan air yang menggenang. Puluhan tahun tidak ada solusi. Ini bukan masalah baru, tapi tidak pernah diurus,” tegasnya.
Ia menyebutkan, pengajuan perbaikan irigasi dan gorong-gorong sudah berulang kali disampaikan, mulai dari tingkat desa hingga ke musyawarah dusun (musdus). Namun, hingga kini tak ada tindak lanjut.
“Kami sudah mengajukan berkali-kali. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada realisasi sampai hari ini,” ungkapnya.
Genangan air tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga memicu persoalan kesehatan. Beberapa warga mengalami gatal-gatal dan iritasi kulit, bahkan khawatir akan munculnya penyakit berbasis lingkungan.
Sulamto juga menyoroti kondisi akses utama kampung yang ikut terendam dan rusak. Jalan tersebut merupakan jalur ekonomi warga, mulai dari menuju pasar, masjid, hingga jalur nelayan.
“Ini jalan satu-satunya, semua orang lewat sini. Tapi tidak ada respons dari desa, kecamatan, sampai kabupaten. Warga seperti dibiarkan,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah turun langsung meninjau kondisi kampung dan memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji.
“Sudah cukup puluhan tahun kami tergenang. Saatnya pemerintah melihat langsung dan memperbaiki,” pungkasnya.











