Kamis,16 April 2026
Pukul: 22:40 WIB

Banjir Rendam Permukiman di Nagrak Sukabumi, 10 KK Mengungsi

Banjir Rendam Permukiman di Nagrak Sukabumi, 10 KK Mengungsi

Minggu, 3 Agustus 2025
/ Pukul: 22:21 WIB
Minggu, 3 Agustus 2025
Pukul 22:21 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Minggu malam (3/8/2025) mengakibatkan Sungai Cicatih meluap dan merendam permukiman warga di Kampung Pamuruyan RT 01 RW 01, Desa Cisarua.

Menurut laporan dari Miki Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Luapan air sungai merendam sedikitnya 10 rumah dengan total 10 kepala keluarga (KK) atau 34 jiwa, serta 1 bengkel motor milik warga.

Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 80 cm hingga 180 cm, merendam rumah-rumah warga yang berada tepat di bantaran sungai.

Baca Juga  Longsor Hantam Dua Kampung di Nagrak! Dua Rumah Terancam Ambruk, Akses Warga Lumpuh

Berikut data sementara korban terdampak:

  • Yadi (1 KK / 5 Jiwa)
  • Asep Dudung (1 KK / 3 Jiwa)
  • Parno (1 KK / 4 Jiwa)
  • Obi (1 KK / 2 Jiwa)
  • Ujang S (1 KK / 4 Jiwa)
  • Mulyadi (1 KK / 6 Jiwa)
  • Ramdan (1 KK / 3 Jiwa)
  • Sela (1 KK / 4 Jiwa)
  • Isa (1 KK / 1 Jiwa)
  • Nanang (1 KK / 2 Jiwa)
  • Bengkel motor milik Oki

Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Namun seluruh warga terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan.

Upaya penanganan awal telah dilakukan oleh P2BK Nagrak bersama Pemerintah Desa Cisarua, Unit Reaksi Cepat (URC) desa, dan pengurus lingkungan setempat. Tim melakukan assessment di lokasi kejadian dan menyampaikan perlunya bantuan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Sejumlah Wilayah di Sukabumi Sudah Rasakan Dampaknya
Salah satu Rumah warga yang terendam. Sumber P2BK

Kondisi terkini, debit Sungai Cicatih masih terpantau tinggi. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan, terutama hujan lebat disertai angin dan petir.

Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Nagrak menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dinamika cuaca yang semakin tidak menentu.

 

Reporter: M.Waldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist