CISOLOK, SUKABUMISATU.com – Persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mulai mendapatkan perhatian. Kali ini, solusi justru datang dari kalangan akademisi muda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi dari IPB University turun langsung ke lapangan membawa dua program unggulan: 3P (Pilah, Pilih, Peduli) dan KELAS (Kegiatan Kelola Sampah).
Program 3P mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara memilah sampah sejak dari rumah. Tak hanya teori, warga juga diperkenalkan dengan konsep bank sampah, sebagai salah satu langkah awal menuju ekonomi sirkular yang berbasis pengelolaan limbah.
Sementara itu, program KELAS membuka ruang praktik bagi warga untuk mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat, seperti arang sekam dan eco enzyme. Kedua produk ini dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian dan rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan yang menghadirkan dosen dari Departemen Silvikultur IPB University, Ir. Andi Sukendro, M.Si. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran ekologis masyarakat desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
“Selama ini sampah dianggap masalah, padahal jika diolah dengan tepat justru bisa jadi solusi,” ujarnya.
Warga yang hadir juga diajak langsung mempraktikkan pembuatan arang sekam dan eco enzyme di halaman Kantor Desa Caringin. Eco enzyme sendiri dibuat dengan mencampurkan gula, limbah organik, dan air, lalu difermentasi selama tiga bulan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelangsungan program, pada Jumat (25/7/2025), tim KKN-T IPB University juga menyerahkan bantuan fasilitas tempat sampah untuk digunakan warga.
Kepala Desa Caringin menyambut baik program tersebut dan berharap dapat ditindaklanjuti bersama warga dan perangkat desa. “Kami sangat terbantu. Semoga ini bukan sekadar program lewat, tapi jadi kebiasaan baru di tengah masyarakat,” ucapnya.
Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan warga ini menjadi contoh bahwa penyelesaian masalah lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, asal dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. (Redaksi)











