Sanggah Dugaan Pungli, Pengurus Taman Pandan Ciracap: Petugas Sedang ke Kamar Mandi

Tiket masuk pantai taman pandan.

SUKABUMISATU.com – Pengelola Objek Wisata Taman Pandan, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, memberikan klarifikasi terkait keluhan warga mengenai dugaan pungutan liar (pungli) tanpa karcis di portal masuk kawasan tersebut. Pihak pengelola menegaskan bahwa operasional di lapangan telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

​Iskandar, salah satu pengurus Wisata Taman Pandan, menjelaskan bahwa insiden yang dialami oleh warga bernama Yandi pada Jumat (17/4/2026) sore tersebut hanyalah sebuah kesalahpahaman teknis di lapangan.

Alasan Karcis Tidak Diberikan

​Saat dikonfirmasi oleh SUKABUMISATU.com, Iskandar membantah adanya praktik pungli yang dilakukan secara sengaja oleh petugas. Menurutnya, alasan pengunjung tidak menerima bukti pembayaran saat itu karena faktor ketidaksengajaan.

Baca Juga  Pesona Kawah Ratu Gunung Cangkuang, Wisata Alam Cidahu yang Bikin Betah

​”Terkait informasi yang beredar, sebenarnya saat kejadian petugas tiket sedang ke kamar mandi. Jadi ada jeda waktu di mana koordinasi pemberian karcis terhambat,” ujar Iskandar.

Bantah Pungli, Sebut Sudah Ada Dasar Hukum

​Iskandar juga menegaskan bahwa penarikan retribusi di pintu masuk Taman Pandan bukanlah tindakan ilegal. Ia memastikan bahwa tarif masuk tersebut memiliki landasan hukum yang kuat melalui regulasi tingkat desa.

​”Tuduhan pungli itu tidak benar. Pada dasarnya, tiket masuk ke Taman Pandan ini sudah berdasarkan Perdes (Peraturan Desa). Segala bentuk pemasukan dikelola untuk pengembangan wisata dan kontribusi bagi desa,” jelasnya.

Baca Juga  Warga Keluhkan Dugaan Pungli di Portal Taman Pandan Ciracap: Bayar Rp5 Ribu Tanpa Karcis!

Komitmen Transparansi

​Pihak pengelola pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengunjung. Iskandar memastikan ke depannya akan melakukan evaluasi terhadap petugas di lapangan agar lebih disiplin dan profesional dalam menjalankan tugas, terutama dalam pemberian karcis sebagai bukti pembayaran sah.

​”Kami sangat terbuka terhadap masukan warga. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi internal kami agar pelayanan di Taman Pandan semakin baik dan transparan bagi wisatawan maupun warga lokal,” tutup Iskandar.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *