Minggu,24 Mei 2026
Pukul: 00:04 WIB

Kawasan Industri Cikembar, Ditengah Ketidakpastian Tata Ruang dan Miliaran Investasi Yang Tersendat

Kawasan Industri Cikembar, Ditengah Ketidakpastian Tata Ruang dan Miliaran Investasi Yang Tersendat

Sabtu, 5 Juli 2025
/ Pukul: 06:13 WIB
Sabtu, 5 Juli 2025
Pukul 06:13 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.comKawasan industri Cikembar, Kabupaten Sukabumi, yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, hingga kini masih terbengkalai. Alih-alih dipenuhi deretan pabrik dan ribuan pekerja, sebagian lahan justru berubah fungsi. Ada yang jadi lapangan layangan, kebun singkong, hingga lahan kosong tak bertuan.

Padahal, kawasan seluas 220 hektare itu disiapkan untuk menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja. Namun impian itu kandas di tengah tarik-ulur kepentingan proyek bandara yang tak kunjung pasti.

“Dari dulu master plan kawasan belum juga jelas. Kami terpaksa tunda pembangunan pabrik,” ujar Berlin Sumadi, General Affair PT Bogorindo Cemerlang ini.

Baca Juga  Angkat Potensi Wisata Olahraga, Owner Olympic Group Au Bintoro Resmikan Pembangunan Sirkuit Enduro Race di Sukabumi

Berlin menyebut, perusahaan bahkan sudah menyiapkan dana investasi miliaran rupiah. Namun revisi tata ruang dan master plan kawasan industri yang sempat dirombak demi menyesuaikan rencana pembangunan bandara, hingga kini belum juga disahkan. Akibatnya, investor hanya bisa menunggu dalam ketidakpastian.

Tak hanya PT Bogorindo Cemerlang, beberapa investor nasional dan lokal pun memilih menarik diri. Ada yang batal masuk, ada pula yang tetap bertahan dengan harapan situasi membaik. Sayangnya, harapan itu kian pudar seiring waktu.

Di lapangan, pemandangan kawasan industri Cikembar jauh dari kata sibuk. Hanya beberapa anak kampung yang asyik bermain layangan di lahan kosong tiap sore. Beberapa warga setempat bahkan memanfaatkan lahan tidur itu untuk menanam singkong.

Baca Juga  PT Bogorindo Cemerlang Abaikan Teguran Pemda, Warga Tenjojaya Ancam Lakukan Demo

Potensi kerugian ekonomi yang tertunda pun tidak sedikit. Puluhan investor dengan nilai investasi triliunan rupiah tertahan. Belum lagi peluang kerja ribuan warga lokal yang ikut hilang.

“Kalau saja master plan kawasan segera disahkan, bisa langsung jalan. Kami sudah siap bangun,” imbuh Berlin.

Seharusnya, Master plan kawasan harus final dan disahkan sebelum lahan dipasarkan ke investor. Tidak boleh ada tarik-ulur wacana proyek lain yang mengganggu. Akibatnya, Beberapa lahan kosong berubah fungsi jadi kebun singkong dan lapangan layangan, Investor yang sudah pegang lahan tidak bisa bangun karena izin belum keluar dan Potensi ekonomi yang semestinya sudah berjalan, justru tertunda bertahun-tahun.

Baca Juga  Pantai Citepus Terancam Diprivatisasi Asing: Warga Minta Pemerintah Bertindak Tegas Sekarang

Hingga kini, Pemkab Sukabumi maupun pihak pengelola kawasan belum bisa memastikan nasib kawasan industri tersebut. Janji proyek bandara yang disebut-sebut akan mendongkrak nilai kawasan, justru menjadi belenggu bagi kelangsungan investasi yang sudah ada.(Redaksi)

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)