SUKABUMISATU.com – Semangat perjuangan pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara kembali menggelora. Setelah sekian lama vakum, generasi muda di wilayah utara Sukabumi kini bangkit dan membentuk wadah baru bernama Garda Mura (Gerakan Muda Rakyat Sukabumi Utara) sebagai simbol perlawanan dan keseriusan memperjuangkan pemekaran daerah tersebut.
Kebangkitan gerakan ini bermula dari kegiatan Diskusi Anak Muda Gereget Sukabumi Utara yang digelar di Warkopyor, Cibadak, Sabtu malam (19/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemuda dari berbagai kecamatan wilayah utara Sukabumi, tokoh masyarakat, ulama, dan perwakilan LSM yang sejak lama menaruh perhatian terhadap isu pemekaran.
“Gerakan ini lahir secara organik dari kawan-kawan muda yang peduli terhadap masa depan Sukabumi Utara. Kami ingin agar isu pemekaran tidak hanya jadi bahan pembicaraan kalangan senior, tapi juga jadi kesadaran generasi Gen Z dan milenial,” ujar Dewek Sapta Anugrah, salah satu penggagas Garda Mura.
Menurut Dewek, wacana pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara sudah berumur lebih dari dua dekade, namun kerap tenggelam di tengah dinamika politik. Padahal, menurutnya, pemekaran menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerataan pembangunan, efektivitas pelayanan publik, serta percepatan ekonomi masyarakat di wilayah utara Sukabumi.
“Sekitar 57 persen penduduk Kabupaten Sukabumi saat ini merupakan usia produktif. Ini potensi besar. Generasi muda harus ikut mengambil peran menentukan arah pembangunan, termasuk memperjuangkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Sukabumi Utara,” tegasnya.
Dewek menambahkan, gerakan yang mereka gagas juga akan mendorong pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI, agar segera mencabut moratorium pemekaran daerah. Apalagi, Gubernur Jawa Barat KDM telah menargetkan terwujudnya 40 kabupaten dan kota baru di Jawa Barat, dengan Sukabumi Utara sebagai salah satu daerah yang masuk dalam rencana tersebut.
Dari forum Diskusi tersebut melahirkan wadah baru bernama Garda Mura, yang diinisiasi oleh kelompok pemuda kritis dari berbagai kecamatan di wilayah utara.
Garda Mura disebut lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya pemerataan pembangunan serta penanganan masalah sosial yang selama ini masih timpang antara wilayah utara dan selatan Sukabumi.
“Dari forum ini kami sepakat membangun struktur organisasi yang solid. Ke depan, kami akan melakukan deklarasi akbar Garda Mura sebagai simbol gerakan pemuda yang serius memperjuangkan pemekaran Sukabumi Utara,” lanjut Dewek.
Tokoh masyarakat yang hadir dalam diskusi, Ustaz Kamal, juga menegaskan bahwa perjuangan pemekaran ini bukan hal baru.
“Pemekaran ini sudah diperjuangkan selama 25 tahun. Hanya belum menemukan momentum yang tepat. Sekarang saatnya generasi muda mengambil peran,” ujarnya.
Para peserta berharap agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan sikap lebih serius dan berpihak terhadap aspirasi masyarakat wilayah utara yang sudah lama menantikan pemekaran.
“Harapan kami, jangan sampai gerakan ini hanya jadi wacana. Kami ingin pemerintah daerah benar-benar mendengar suara rakyat Sukabumi Utara,” tutup Dewek
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama










