SUKABUMISATU.com – Isu pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) kembali menghangat. Kali ini, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cibadak bersama Karang Taruna Kecamatan Cibadak menggelar diskusi publik yang membahas kelanjutan proses pemekaran tersebut.
Diskusi berlangsung di Halmit Coffe and Resto, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam (24/5/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Dosen Komunikasi Politik Universitas Pakuan, Toto Sugiarto, serta Kasubag Otonomi Daerah (Otda) Setda Kabupaten Sukabumi, Asep Badrudin.
Beragam elemen masyarakat turut hadir, mulai dari KNPI, Karang Taruna, Presidium Pemekaran KSU, muspika Cibadak, para pemuda, kalangan pengusaha, awak media, hingga unsur masyarakat lainnya.
Diskusi dibuka dengan pemaparan Asep Badrudin yang menjelaskan dasar hukum, aturan, serta tahapan proses Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Sukabumi Utara. Menurutnya, seluruh persyaratan administrasi untuk CDPOB telah terpenuhi.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah tidak ragu lagi. Semua persiapan, baik sarana prasarana maupun anggaran untuk pembentukan daerah calon persiapan sudah disiapkan,” jelas Asep.
Secara kewilayahan, Kabupaten Sukabumi Utara akan mencakup 21 kecamatan, dengan Kecamatan Cibadak direncanakan menjadi ibu kota kabupaten baru tersebut.
Asep menegaskan, saat ini yang dibutuhkan adalah dorongan publik agar isu pemekaran ini semakin kuat dan menjadi perhatian luas.
Sementara itu, Toto Sugiarto menilai pentingnya isu pemekaran KSU terus di framing agar tidak hanya berkutat di lingkaran elite, tetapi juga diketahui masyarakat luas. Ia menyebut, salah satu caranya dengan memanfaatkan media sosial.
“Kami menggunakan istilah Daerah Otonomi Baru (DOB). Isu ini harus terus di framing supaya semua lapisan masyarakat paham. Jangan sampai narasi-narasi ini hanya beredar di kelompok terbatas saja,” ujarnya.
Toto juga mendorong agar generasi muda, khususnya generasi Y (milenial) dan Z, dilibatkan secara aktif dalam menyebarluaskan isu ini.
“Dua generasi ini seharusnya jadi peluru bagi kita. Kalau isu ini sampai ke semua lini, maka dukungan politis ke pemerintah pusat pun akan lebih kuat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Diskusi Publik, Abis Mahabudin Boy menyampaikan diskusi terkait pemekeran Sukabumi akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Diskusi ini akan terus dilakukan, dan saya minta bagi anggota DPR RI yang berasal dari Sukabumi, agar terus menyuarakan di pemerintah pusat, agar rencana terkait Pemekaran Sukabumi Utara dapat segera terwujud,” ungkap pria yang akrab dipanggil Boy itu.
Ia berharap, para pemuda membuka ruang-ruang diskusi terkait pemekaran Kabupaten Sukabumi utara, mengingat pentingnya agenda pemekaran demi kemaslahatan bersama. (Candra)







