Senin,25 Mei 2026
Pukul: 23:08 WIB

10 Hari Terjebak di Pedalaman Aceh, 24 Warga Sukabumi Selamat Setelah Jalan Kaki Tembus Pegunungan

10 Hari Terjebak di Pedalaman Aceh, 24 Warga Sukabumi Selamat Setelah Jalan Kaki Tembus Pegunungan

Jumat, 12 Desember 2025
/ Pukul: 10:48 WIB
Jumat, 12 Desember 2025
Pukul 10:48 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Sepuluh hari terjebak di pedalaman pegunungan Aceh bukanlah waktu yang singkat. Tanpa akses komunikasi, tanpa kepastian, dan di tengah kondisi wilayah yang masih terdampak bencana, sebanyak 24 warga asal Sukabumi akhirnya memilih satu-satunya cara untuk keluar dari lokasi isolasi: berjalan kaki.

Dua hari dua malam mereka menempuh perjalanan melewati lembah dan jalur pegunungan menuju titik aman. Dengan bekal seadanya berupa sedikit beras dan satu alat masak, para warga bergerak perlahan. Saat malam tiba, mereka bermalam di kampung yang dilewati sebelum kembali melanjutkan perjalanan hingga menemukan jalur yang bisa dilalui kendaraan menuju Banda Aceh.

 

Beruntung, seluruh warga tiba dengan selamat. Di antara mereka terdapat seorang ibu bersama dua anak, serta Rifa, warga Sukabumi yang sebelumnya dilaporkan terjebak akibat banjir bandang di pedalaman Aceh.

Baca Juga  Jampang Menggugat! Tak Percaya Janji Manis Dishub, Warga dan Ormas Jampang Tandang Paksa Putar Balik Truk 'Monster'

Relawan Sukabumi Sehati langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan serta rencana pemulangan dapat berjalan lancar.

Namun perjalanan dramatis warga Sukabumi ini bukan satu-satunya kisah penyelamatan. Misi kemanusiaan tim Relawan Sukabumi Sehati Gerak Bersama di lokasi bencana Aceh–Sumatera juga berujung pada ditemukannya 38 pekerja bangunan, termasuk 13 warga Sukabumi, yang terisolasi selama 10 hari di pedalaman Aceh Tengah. Mereka bahkan mengalami kekurangan pangan ekstrem hingga terpaksa minum air mentah untuk bertahan hidup.

Relawan Sehati, Andri Kurniawan, mengatakan penemuan tersebut terjadi saat timnya mengirim bantuan logistik ke Desa Pameu, Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah, Sabtu (6/12/2025).

Baca Juga  Safari Cinta Dedi Mulyadi di Surade Sukabumi

“Kita lagi kirim bantuan ke Aceh Tengah. Saat race naik ke atas, ada warga yang jemput donasi,” ujar Andri.

Evakuasi para pekerja dilakukan berkat kerja sama Relawan Sehati bersama tim SAR gabungan dari Double Cabin Aceh, BASARNAS Aceh, IOF Aceh, SAR Pidie Aceh dan Ruang Peduli Sukabumi.

“Kami dibantu banyak pihak. Berkat koordinasi cepat tim SAR gabungan, evakuasi bisa segera diupayakan,” tambahnya.

 

Sebanyak 13 pekerja asal Sukabumi, 23 dari Cirebon, dan dua lainnya kini sudah berada di tempat aman, di rumah salah satu anggota komunitas Tiger Bikers Pidie (BTB-P) Aceh di Geumpang, Kabupaten Pidie. Mereka menunggu kepastian jadwal pemulangan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

Baca Juga  Pelapor GM Ungkap Dugaan Puluhan Pelecehan Seksual di Surade Lewat Komentar Facebook Dedi Mulyadi

“Pihak Lanud siap memulangkan mereka, tapi waktunya belum ditentukan,” jelas Andri. Ia menyebut, Lanud meminta para pekerja bersabar karena banyaknya proses evakuasi dan penyaluran bantuan yang sedang berjalan.

Andri juga sudah berkoordinasi dengan Camat Cibadak agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat membantu kebutuhan harian para pekerja selama menanti jadwal penerbangan.

“Selama menunggu kepulangan ke Jakarta, mereka tidak punya biaya. Makanya saya minta pemerintah membantu kebutuhan sehari-hari mereka,” pungkasnya.

Reporter: Mawaldi

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)