Kang Emil Resmi Gabung Golkar, Airlangga Disebut Singkirkan Dedi Mulyadi

Tangkapan layar IG Golkar Sumut

SUKABUMISATU.COM – Keputusan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, merapat ke Partai Golkar menuai sorotan. Keputusan menerima Ridwan Kamil juga dikatakan sebagai langkah menyingkirkan sang rival Dedi Mulyadi, yang juga ‘dedengkot’ Partai Golkar di Jawa Barat.

Seperti yang dikatakan Politisi Senior Partai Golkar Purwakarta, Munawar Kholil. Menurutnya keputusan Airlangga menerima Ridwan Kamil sama saja dengan menyingkirkan Dedi Mulyadi.

“Peluang DM (Dedi Mulyadi) dalam mendapatkan dukungan Golkar untuk mencalonkan Gubernur Jabar yang selama ini menjadi ambisinya pasti tidak akan kesampaian,” kata Munawar Kholil kepada wartawan dikutip sukabumisatu.com Kamis (19/1/2023).

Baca Juga  Dedi Mulyadi dan Iyos Somantri Zainul Sambangi Palabuanratu, Bertabur Hadiah, Catat Tanggalnya!

Munawar memastikan Partai Golkar akan memberikan dukungan dan rekomendasi kepada Ridwan Kamil dibandingkan ke Dedi Mulyadi. Ini sesuai dengan pidato Ketum DPP Golkar Airlangga di Bandung beberapa waktu lalu.

Kehadiran Ridwan Kamil juga disebut bakal menurunkan ketokohan DM di Golkar Jawa Barat. Kepengurusan DPD Partai Golkar Purwakarta juga diprediksi bakal mengalami dinamika.

“Punggawa Golkar Purwakarta yang ada benang merah dengan DM, pasti ditarik mundur,” kata dia.

Munawar mengatakan dinamika politik di tubuh Partai Golkar, khususnya Jawa Barat dan Purwakarta, dipengaruhi dengan konflik Dedi Mulyadi dan istrinya Bupati Anne Ratna Mustika.

Baca Juga  DPD Partai Golkar Kota Sukabumi Siap Beri Sanksi Tegas

Perkara perceraian Dedi Mulyadi dan Anne yang kini masih bergulir di pengadilan agama sangat berpengaruh terhadap partai.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil resmi bergabung dengan partai berlambang pohon beringin itu. Momen bergabungnya RK ke Golkar juga dihadiri langsung Airlangga Hartarto yang memakaikan jas partai serta menyerahkan kartu anggota.

Ridwan Kamil mengutarakan alasannya bergabung dengan Golkar. Menurutnya ada kesamaan semangat dan visi antara dirinya dengan Partai Golkar. Faktor sejarah juga menjadi pertimbangan Emil.

SUMBER: SUARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *