Warga Karang Tengah Cibadak Keluhkan Debu Proyek Tol, Jalan Alternatif Nagrak Licin dan Rawan Kecelakaan

Jalur Alternatif Nagrak Cibadak yang penuh debu dan matrial proyek Tol. Selasa, (14/04/2026).

SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Proyek pembangunan jalan tol di wilayah Kabupaten Sukabumi kembali menuai keluhan. Kali ini, warga di Kampung Babakan, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, memprotes dampak polusi debu dan sisa material tanah yang tercecer di jalur alternatif Nagrak. Selasa, (16/04/2026).

​Lalu lalang truk bertonase besar yang mengangkut tanah dan material proyek dituding menjadi penyebab utama kumuhnya akses jalan tersebut. Tak hanya mengotori pemukiman, kondisi ini mulai mengancam kesehatan dan keselamatan pengguna jalan.

Polusi Debu Mengancam Kesehatan

​Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa debu tebal kini menyelimuti teras hingga bagian dalam rumah warga setiap kali iring-iringan truk melintas. Kondisi ini dirasa kian menyesakkan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Baca Juga  Warga Ciambar Murka! Jalan Rusak Parah Kerap jadi Penyebab Kecelakaan tak Kunjung Diperbaiki

​”Debunya sangat tebal, jemuran baju baru sebentar di luar sudah kotor lagi. Yang paling kami khawatirkan itu kesehatan pernapasan, apalagi kalau cuaca sedang panas dan angin kencang,” keluh warga kepada sukabumisatu.com.

Jalan Licin dan Rawan Kecelakaan

​Keresahan warga tidak berhenti pada masalah debu. Ceceran tanah dari bak truk yang tidak tertutup rapat menyisakan residu di aspal. Masalah serius muncul ketika hujan turun; ceceran tanah tersebut berubah menjadi lumpur licin yang sangat membahayakan pengendara roda dua.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, telah terjadi beberapa kali insiden kecelakaan tunggal di jalur masuk alternatif Nagrak tersebut akibat kondisi jalan yang licin.

Baca Juga  Warga Mengeluh, Damkar Turun Tangan: Debu dan Lumpur Proyek Tol Bocimi Seksi III Hantui Warga Cibadak

​”Sudah ada beberapa pengendara motor yang jatuh. Kalau kering jadi debu, kalau hujan jadi lumpur licin. Kami mohon pihak pelaksana proyek segera turun tangan,” tambah warga.

Desakan Follow-up ke Pihak Terkait

​Warga berharap adanya langkah konkret dari pihak pengembang proyek tol maupun instansi terkait di Pemkab Sukabumi untuk melakukan langkah penanggulangan, seperti:

  1. Penyiraman rutin di sepanjang jalur yang terdampak debu.
  2. ​Pembersihan sisa tanah yang tercecer di aspal secara berkala.
  3. ​Pengawasan ketat terhadap penggunaan terpal penutup bak truk material.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon nyata dari pihak terkait agar aktivitas proyek tidak terus-menerus merugikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Baca Juga  Petani Legok Picung Demo di Area Proyek Tol Bocimi: Air Sawah Kami Tersumbat Lagi!

Reporter: Aldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *