SUKABUMISATU.com – Drama pengejaran puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang diduga terlibat sindikat kejahatan siber di kawasan wisata Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, berakhir dengan penangkapan besar-besaran. Meski sempat melarikan diri saat digerebek dini hari, petugas akhirnya berhasil mengamankan seluruh terduga pelaku pada Selasa pagi (14/04/2026).
Penggerebekan Dini Hari yang Bocor
Aksi bermula ketika petugas Imigrasi melakukan operasi senyap ke sebuah penginapan di Cimaja yang dicurigai menjadi markas aktivitas ilegal. Namun, setibanya di lokasi pada dini hari, petugas sempat dibuat gigit jari. Kondisi bangunan nyaris kosong, dan puluhan WNA yang menjadi target operasi diduga sudah mengendus kedatangan aparat.
Pantauan di lapangan menunjukkan para pelaku sempat berupaya menghilangkan jejak. Sejumlah perangkat komputer ditemukan sudah dimuat ke dalam kendaraan, siap untuk dipindahkan ke lokasi lain.
”Mereka diduga melakukan upaya pengosongan lokasi secara cepat untuk menghindari penindakan,” ujar seorang sumber di lokasi kejadian.
Bersembunyi di Sekitar Villa
Meski awalnya hanya lima orang yang berhasil diamankan, petugas tidak menyerah. Penyisiran intensif dilakukan di sekitar area villa dan perbukitan Cimaja.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan WNA yang mayoritas berasal dari China dan Malaysia tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan diringkus oleh petugas. Total puluhan orang kini telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Diduga Markas Judi Online
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas mencurigakan para WNA ini berkaitan erat dengan praktik kejahatan siber internasional. Dugaan kuat mengarah pada pengoperasian situs judi online dan penipuan daring lainnya yang dikendalikan dari wilayah pesisir selatan Sukabumi.
Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita satu unit kendaraan yang berisi penuh peralatan komputer dan server yang digunakan untuk menunjang aksi ilegal mereka.
Pemeriksaan Intensif di Kantor Imigrasi
Saat ini, seluruh WNA yang tertangkap telah digelandang ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi. Petugas tengah melakukan pemeriksaan intensif terkait dokumen keimigrasian serta mendalami peran masing-masing dalam jaringan siber tersebut.
Pihak berwenang kini fokus menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar yang memanfaatkan ketenangan wilayah pesisir Sukabumi sebagai tempat persembunyian aktivitas kriminal siber global.
Reporter: Demi Pratama Adiputra











