Jumat,14 Juni 2024
Pukul: 18:47 WIB

Warga Antusias Ikuti Penukaran Uang Baru di RAI Hergun, Rp 2 miliar Habis Dalam Sekejap

Warga Antusias Ikuti Penukaran Uang Baru di RAI Hergun, Rp 2 miliar Habis Dalam Sekejap

Sabtu, 15 April 2023
/ Pukul: 22:22 WIB
Sabtu, 15 April 2023
Pukul 22:22 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Pembukaan sarana penukaran uang baru yang diselenggarakan Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun) bekerjasama dengan Bank Indonesia disambut antusias warga. Uang baru dengan nilai total Rp 2 miliar ludes ditukar warga yang sudah mengantre dari pagi.

Informasi yang dihimpun sukabumisatu.com, sejumlah warga datang lebih dulu ke RAI Hergun sejak pagi. Padahal, sesuai dengan rencana penukaran uang baru dapat dilakukan pada pukul 10.00 WIB.

Sebuah mobil khusus dari Bank Indonesia didatangkan untuk melayani warga yang hendak menukarkan uang. Para warga yang datang pun diminta mengantre dengan tertib.

“Antusiasnya warga sangat tinggi. Malah ada yang sengaja datang jam 06.00 WIB pagi,” ujar Wagino, perwakilan TIM RAI Hergun, Sabtu (15/4/2023).

Uang baru dengan nilai total Rp 2 miliar yang disediakan pun ludes ditukar dalam waktu beberapa jam saja. Tim RAI Hergun pun terpaksa memperketat aturan penukaran, per orang hanya boleh menukar maksimal Rp 4 juta. Tujuannya untuk meminimalisir warga yang tidak kebagian menukar uang baru.

Ada pun uang baru yang disediakan adalah pecahan kecil mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000.

Wagino tidak memungkiri ada sejumlah warga yang tidak kebagian uang baru. Kepada mereka tim memberikan paket sembako sebagai bentuk apresiasi dari RAI Hergun.

“Kami mengapresiasi antusias warga yang datang ke layanan ini. Mereka yang tidak kebagian, kami beri paket sembako sebagai bentuk apresiasi,” tutur Wagino.

Wagino bersyukur kegiatan itu dapat berlangsung dengan lancar. Tim RAI Hergun sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Termasuk melibatkan kepolisian untuk pengamanan dan penyedian sejumlah ambulans untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

 

Related Posts

Add New Playlist