Selasa,26 Mei 2026
Pukul: 06:29 WIB

Tragedi Antrean Bansos di Cibadak: Lansia Meninggal Dunia, Asperindo Sukabumi Usulkan Distribusi ‘Door to Door’

Tragedi Antrean Bansos di Cibadak: Lansia Meninggal Dunia, Asperindo Sukabumi Usulkan Distribusi ‘Door to Door’

Selasa, 30 Desember 2025
/ Pukul: 20:45 WIB
Selasa, 30 Desember 2025
Pukul 20:45 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Pelaksanaan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kantor Pos Kecamatan Cibadak berakhir memilukan. Seorang wanita paruh baya berusia 64 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah sempat jatuh pingsan di tengah antrean bantuan, Selasa (30/12/2025).

​Kabar duka ini pertama kali mencuat melalui unggahan Kepala Desa Cijengkol, Oban Sobandi, di laman media sosialnya yang menginformasikan adanya warga yang meninggal saat proses penyaluran bantuan berlangsung.

Keluarga: Korban Berangkat dalam Kondisi Sehat

​Pihak keluarga memberikan klarifikasi terkait kondisi almarhumah sebelum kejadian. Aldi, menantu korban, menjelaskan bahwa mertuanya berangkat menuju lokasi pembagian bansos dalam kondisi fisik yang baik.

Baca Juga  Minta Diantar Terapi, Keinginan Bu Acih Sebelum Hembuskan Nafas Terakhir dalam Pelukan Putranya

​”Almarhumah sebelum berangkat ke kantor pos sehat walafiat, tanpa ada keluhan apa pun atau sakit. Memang beliau memiliki riwayat darah tinggi, namun saat kejadian tersebut kondisinya sehat dan tidak sedang sakit. Namun takdir memang sudah ada yang mengatur,” ungkap Aldi.

Kronologi Kejadian dan Upaya Medis

​Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri saat tengah mengantre. Warga dan petugas di lokasi segera mengevakuasi korban menuju RSUD Sekarwangi.

​Setibanya di rumah sakit, tim medis melakukan tindakan darurat Resusitasi Jantung Paru (RJP). Namun, setelah upaya maksimal dilakukan, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.10 WIB. Jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka di Desa Warnajati untuk proses pemulasaraan.

Baca Juga  PSI Sukabumi Kian "Gacor": Kolaborasi Bang Jo dan Eks Wabup Haji Ucok Perkuat Amunisi Dapil 1

Asperindo Usulkan Sistem ‘Door-to-Door’

​Tragedi ini memicu reaksi dari Ketua DPD Asperindo Sukabumi, Dede Latif. Ia menyarankan agar sistem pembagian bantuan yang mengharuskan masyarakat mengantre dalam waktu lama segera dievaluasi karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang fatal.

​”Kami dari Asperindo mengusulkan agar proses pembagian bantuan tidak lagi dilakukan dengan sistem antrean tatap muka. Kami memiliki jaringan ekspedisi dan kurir yang mencakup seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Bantuan bisa langsung diantar ke rumah penerima manfaat (door to door),” ujar Dede.

​Menurutnya, pemanfaatan jaringan kurir akan memastikan distribusi bantuan berjalan lebih aman, efisien, dan tidak lagi membahayakan warga, terutama kelompok lansia.

Baca Juga  PSI Kabupaten Sukabumi Tebar 1.000 Paket Takjil di Palabuhanratu, Dede Latif: Momentum Berbagi Kebahagiaan

Evaluasi Penyelenggaraan Bansos

​Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi pihak penyelenggara agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kemanusiaan dalam penyaluran bantuan sosial di masa mendatang. (Redaksi) 

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)