SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi mulai menunjukkan dampak nyata bagi pelajar. Hal ini terlihat saat anggota DPR RI Heri Gunawan turun langsung meninjau operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mutiara Pelabuhan Ratu 1 di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (4/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memastikan program nasional ini berjalan sesuai standar. Heri menelusuri seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga distribusi ke sejumlah sekolah.
“Kami ingin memastikan seluruh proses, dari penyiapan hingga distribusi, berjalan sesuai standar,” ujar Heri Gunawan di sela peninjauan.
Ia menegaskan bahwa pengawasan diperlukan agar kualitas program tetap terjaga. Menurutnya, seluruh tahapan harus memenuhi standar, termasuk kandungan gizi dan pengelolaan limbah.
Dalam peninjauan itu, Heri juga mendatangi langsung siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah seperti MI Raudatul Fatta, MTs Negeri 1, dan MAN 1 Kota Sukabumi. Dari hasil monitoring, ia menilai pelaksanaan MBG di lokasi tersebut sudah berjalan sesuai standar operasional.
“Memang tidak semua dapur berada pada level yang sama, tetapi ini bisa menjadi rujukan standar yang harus dicapai,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui dinamika di tengah masyarakat tetap muncul dalam pelaksanaan program pemerintah. Namun ia menilai secara keseluruhan manfaat program ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, namun secara substansi program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tenaga ahli, terutama ahli gizi, dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Hal ini dinilai penting untuk mencegah risiko kesehatan sekaligus memastikan makanan tetap layak konsumsi saat didistribusikan.
“Peran ahli gizi dan tenaga profesional sangat krusial untuk memastikan makanan tetap layak konsumsi hingga diterima siswa,” jelasnya.
Selain itu, Heri mengingatkan bahwa program MBG memiliki dasar hukum yang jelas sehingga harus dijalankan secara disiplin dan transparan. Ia juga mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut.
“Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya kepada BGN atau melalui Rumah Aspirasi untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Mutiara Pelabuhan Ratu 1, Etiawati Selpi, menyebut kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi tim dapur untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kunjungan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Etiawati.
Ia juga mengungkapkan bahwa operasional dapur saat ini didukung oleh puluhan relawan dan melayani ribuan siswa di sejumlah sekolah.
“Sejauh ini operasional berjalan lancar meski ada kendala pada penyediaan bahan sayuran, dan kami tetap berkomitmen menjaga kualitas serta transparansi,” pungkasnya.
Reporter: Suhendi Soex










