SUKABUMISATU.COM – Paguyuban Teureuh Surade adalah komunitas masyarakat Surade, Kabupaten Sukabumi , yang mempunyai garis keturunan ( trah ) Eyang Santri Dalem atau Eyang Cigangsa, seorang tokoh pendiri Surade.
Komunitas ini dibentuk bukan untuk menonjolkan keegosentrisan, melainkan sebagai media untuk memudahkan silaturahmi sesama warga masyarakat Surade.
Anggotanya pun tidak terbatas hanya warga yang punya garis keturunan Eyang Cigangsa, melainkan warga masyarakat yang simpati, dan memberi perhatian lebih untuk kemajuan Surade bisa menjadi anggota.
Sebagai langkah awal program Paguyuban Teureuh Surade, pasca pemilu 2024, direncakan untuk menggelar semiloka ( seminar dan lokakarya ) dan bedah buku Sejarah Surade dengan melibatkan pihak terkait. Disamping itu, tengah direncanakan pula pencetakan kedua buku Sejarah Surade.
Gayung bersambut, Pemda Kabupaten Sukabumi sangat mendukung dan menyambut baik rencana paguyuban Teureuh Surade itu.
“Bapak bupati sangat antusias dan menyambut baik atas rencana pencetakan kedua buku sejarah Surade, ” kata Camat Surade, Suryana, kepada SUKABUMISATU.COM.
” Insya Allah hari kamis yang akan datang, penulis akan diundang oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemda Sukabumi, ” lanjutnya.
Sementara, Ketua Paguyuban Teureuh Surade, Iman Budi, menegaskan, bahwa tujuan bedah buku sejarah Surade adalah untuk memberikan masukan, saran dan kritik kepada penulis supaya bisa menyempurnakan karyanya dimasa yang akan datang.
Secara garis besar bedah buku merupakan sarana diskusi untuk membahas hal hal apa saja yang menjadi isi dari buku dimaksud.
” Ya, tentu manfaat lainnya untuk sosialisasi dan publikasi buku yang dibedah, ” pungkasnya.
Wacana bedah Buku Sejarah Surade itu menjadi topik bahasan para anggota Teureuh Surade ketika ngopi bareng di Taman Megalodon ( Bunderan Surade ), Jumat, 22/12/23. Hadir saat itu, Ki Kamaludin Pramanamanggala, sejarawan Sukabumi.
Reporter: Jajang Suhendar | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor











