SUKABUMISATU.com, CIBADAK – Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus memprihatinkan mewarnai hiruk-pikuk Jalan Siliwangi, tepatnya di kawasan pertokoan Gacoan, Cibadak. Seorang ayah tampak tangguh namun kuyu, mendorong gerobak rongsokan yang di dalamnya bukan hanya tumpukan barang bekas, melainkan dua anak kecil yang sedang tertidur lelap.
Keluarga kecil ini pertama kali ditemukan oleh Camat Cibadak, Mulyadi, saat sedang melintas di jalur tersebut, Selasa (10/3/2026). Saat dihampiri, kondisi sang ayah dan kedua anaknya sangat tidak terawat dengan pakaian yang kotor.
Identitas dan Perjalanan Panjang
Pria tersebut diketahui bernama Usep Solihin (37), pria kelahiran Cianjur, 03 April 1989. Berdasarkan data kependudukannya, Usep merupakan warga Kampung Hampoang RT 002/008, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.
Di dalam gerobak kayu yang kusam itu, Usep membawa serta dua jantung hatinya:
Renatan Bima Saputra, seorang anak laki-laki berusia 5,5 tahun dan adiknya Cinta Asih, anak perempuan yang masih berusia 3,5 tahun.
Hidup berpindah-pindah atau nomaden sudah menjadi keseharian mereka. Sebelum sampai di Cibadak, Usep telah membawa anak-anaknya menempuh perjalanan jauh mulai dari Ciawi, Cicurug, hingga Parungkuda. Selama di Cibadak, mereka kerap bermalam di emperan toko atau trotoar di sekitar Jalan Suryakencana dan wilayah Leuwi Goong.

Alasan di Balik Hidup di Jalanan
Dibalik keputusan nekatnya membawa balita di atas gerobak rongsokan, tersimpan luka keluarga. Usep mengaku telah bercerai dengan istrinya. Sejak saat itu, ia memilih merawat sendiri kedua anaknya meski harus hidup di jalanan, sementara ibu dari anak-anak tersebut kini tengah mengadu nasib sebagai pekerja migran di Timur Tengah.
”Kondisinya sangat memprihatinkan saat kami temukan. Mereka membawa pakaian dan perlengkapan seadanya di dalam gerobak tersebut,” ungkap Camat Cibadak.
Langkah Humanis Pemerintah Kecamatan
Pemerintah Kecamatan Cibadak segera mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan masa depan kedua bocah tersebut. Langkah-langkah penanganan yang dilakukan antara lain:
Pengamanan: Usep dan kedua anaknya dibawa ke Kantor Kecamatan Cibadak untuk mendapatkan perlindungan.
Perawatan Dasar: Petugas memberikan pakaian bersih yang layak serta makanan bergizi untuk memulihkan kondisi fisik mereka.
Mediasi: Awalnya, Usep sempat ditawarkan untuk dirujuk ke Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi guna pembinaan lebih lanjut, namun ia menolak dan memilih untuk kembali ke keluarganya.
Koordinasi Lintas Wilayah: Petugas segera menjalin komunikasi dengan pihak keluarga Usep yang berada di Desa Munjul, Cilaku, Cianjur.
Pemulangan ke Tanah Kelahiran
Setelah kesepakatan tercapai, sore ini Usep beserta Renatan dan Cinta diantarkan langsung menuju Cianjur untuk diserahkan kepada pihak saudaranya.
Proses pemulangan ini dikawal langsung oleh staf Kecamatan Cibadak (Fredy), anggota Satpol PP (Ibni), serta petugas P2BK Kecamatan Cibadak (Mawaldi). Harapannya, di rumah saudaranya nanti, Renatan dan Cinta bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan tidak lagi terpapar kerasnya kehidupan jalanan.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












