SUKABUMISATU.com, Cibadak – Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali mengemuka di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Herliyanto (47), kini mulai mendapatkan penanganan serius setelah kondisinya yang rusak berat mengancam keselamatan penghuni.
Terletak di Kampung Batu Asih, RT 003/016, rumah berukuran 12 \times 6 meter (72 \text{ m}^2) tersebut tampak memprihatinkan. Berdasarkan monitoring dan asesmen langsung yang dilakukan Pemerintah Desa bersama unsur Kecamatan pada Jumat (03/05/2024), bangunan tersebut dinyatakan berisiko tinggi dan nyaris roboh.
Terganjal Data Desil, Tak Tersentuh Bansos
Herliyanto sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas di sektor bangunan. Ia tinggal bersama istri dan dua orang anaknya yang masih menempuh pendidikan di jenjang PAUD dan SLTP. Meski kondisi ekonominya tergolong rentan, keluarga ini menyimpan kisah miris di balik administrasi negara.
Hingga saat ini, keluarga Herliyanto diketahui belum pernah tersentuh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Hal ini disebabkan karena data mereka masih tercatat dalam Desil 6, sebuah kategori yang membuat mereka belum masuk dalam prioritas penerima manfaat jaminan sosial.
Cahaya Harapan dari Donatur dan Gotong Royong
Meski terkendala administrasi bansos, kepedulian sosial warga sekitar dan donatur menjadi “oase” bagi keluarga ini. Penanganan darurat pun dilakukan melalui gerakan swadaya masyarakat.
”Kami hadir memastikan warga yang rumahnya tidak layak huni tetap mendapatkan perhatian. Meski belum masuk data penerima bansos, penanganan darurat harus dilakukan demi keselamatan keluarga. Gotong royong ini adalah wujud nyata kepedulian dan kehadiran Negara di tengah masyarakat,” tegas Camat Cibadak, Mulyadi, saat meninjau lokasi.
Komitmen Pembaharuan Data
Mulyadi menambahkan bahwa pihak Kecamatan tidak akan tinggal diam. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong pembaharuan data dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar kasus serupa tidak terulang kembali.
”Kami akan kawal dan koordinasikan, baik di tingkat Desa hingga Kabupaten, supaya warga dengan kondisi serupa bisa mendapatkan akses perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran. Kasus seperti ini tidak boleh terlewat lagi,” tambahnya.
Saat ini, bantuan material dari donatur telah mulai diserahkan. Proses perbaikan rumah akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan semangat gotong royong warga setempat bersama dukungan Pemerintah Desa dan Kecamatan.
Reporter: Mawaldi
Editor: Demi Pratama Adiputra








