Selasa,28 April 2026
Pukul: 17:03 WIB

Sungai Cipamuruyan Meluap, Puluhan Rumah dan Sarana Keagamaan di Sukabumi Terendam Banjir

Sungai Cipamuruyan Meluap, Puluhan Rumah dan Sarana Keagamaan di Sukabumi Terendam Banjir

Sabtu, 7 Februari 2026
/ Pukul: 18:02 WIB
Sabtu, 7 Februari 2026
Pukul 18:02 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Intensitas hujan yang tinggi sejak tengah hari tadi menyebabkan aliran Sungai Cipamuruyan meluap dan merendam pemukiman warga. Tak hanya rumah tinggal, fasilitas umum seperti sarana keagamaan pun tidak luput dari terjangan banjir yang membawa material lumpur.

​Peristiwa ini mengakibatkan hampir seluruh bangunan yang berada di bantaran sungai terdampak genangan air. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Andriana, menjelaskan bahwa hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 12.00 WIB dan terus berlangsung hingga sore hari.

​”Dikarenakan intensitas hujan yang sangat tinggi dari mulai pukul 12 sampai saat ini, mengakibatkan aliran Sungai Cipamuruyan meluap ke pemukiman warga,” ujar Andriana saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga  Kemandirian di Balik Puing Longsor: Saat Warga Gunung Karamat Bergotong Royong Membangun Asa Tanpa 'Tangan' Pemda

Warga Berjibaku Bersihkan Lumpur secara Mandiri

​Pantauan di lokasi menunjukkan warga secara mandiri mulai membersihkan sisa material banjir di rumah masing-masing. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menyapu luapan air dan mengeruk lumpur pekat yang masuk ke dalam ruangan agar tidak mengeras.

​”Untuk rumah-rumah yang terendam, sebagian sudah mulai dibersihkan oleh pemilik rumahnya masing-masing,” tambah Andriana. Meski dilakukan secara swadaya, tebalnya material lumpur membuat proses pembersihan berjalan lambat.

Banjir Terparah dalam Beberapa Pekan terakhir

​Menurut Andriana, banjir kali ini dirasa jauh lebih besar dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, hingga turut merendam sarana keagamaan di lingkungan tersebut. Pihak warga sebenarnya telah berupaya melakukan antisipasi, mulai dari pelebaran bantaran hingga imbauan larangan membuang sampah ke sungai, namun debit air yang ekstrem tetap meluap.

Baca Juga  Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga Nagrak Rusak Dihantam Pohon Nangka

​”Minggu-minggu kemarin hanya sedikit-sedikit, tapi untuk hari ini banjirnya cukup deras dan besar sekali,” ungkapnya.

Butuh Bantuan Alat Penyedot Air

​Hingga saat ini, warga masih mengharapkan ulur tangan dari instansi terkait, terutama dalam pengadaan alat penyedot air (alkon). Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani bangunan yang masih tergenang air cukup dalam.

​”Kami memohon bantuannya untuk menyiapkan penyedot air supaya air cepat surut dan kami bisa segera membersihkan tanah-tanah yang mengotori rumah dan sarana warga,” pungkas Andriana.

​Warga berharap adanya solusi permanen seperti normalisasi sungai agar mereka tidak perlu lagi berjibaku dengan lumpur setiap kali hujan deras melanda.

Baca Juga  Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sukabumi, Jembatan di Cikembar Putus Tergerus Arus

Reporter: Suhendi Soex

Related Posts

Add New Playlist