Soroti Kebersihan Bobrok dan Parkir Carut-Marut, BEM Nusantara Desak Direktur RSUD Palabuhanratu Mundur!

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya.

SUKABUMISATU.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya melayangkan kritik keras terhadap manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu. Desakan ini muncul setelah para mahasiswa melakukan advokasi dan peninjauan langsung, yang mengungkap potret buruknya pelayanan publik di rumah sakit plat merah tersebut.

​Tidak main-main, mahasiswa menemukan berbagai pelanggaran standar kesehatan yang fatal, mulai dari masalah higienitas makanan pasien hingga tata kelola parkir yang dinilai pungli dan carut-marut.

Ulat di Sayur Sop dan Invasi Kecoak: Alarm Bahaya Kesehatan Pasien

​Koordinator Wilayah BEM Nusantara Sukabumi Raya, Rahmadi L. Making, menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya menjadi tempat penyembuhan, bukan justru menjadi sarang penyakit baru akibat lingkungan yang tidak higienis.

​”Kami menemukan sejumlah titik yang terlihat kurang terawat dan kurang bersih. Padahal kebersihan rumah sakit merupakan faktor penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien,” ujar Rahmadi kepada media.

Baca Juga  Ini Susunannya! Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Sukabumi Resmi Terbentuk

​Temuan paling mengerikan yang didokumentasikan oleh mahasiswa adalah rekaman video yang menunjukkan adanya ulat di dalam makanan sayur sop yang disajikan kepada pasien. Tak hanya itu, kawanan kecoak juga ditemukan bebas berkeliaran di area rumah sakit.

​Menurut BEM Nusantara, kehadiran hama dan makanan terkontaminasi ini adalah bukti nyata lemahnya pengawasan dan manajemen kepemimpinan di RSUD Palabuhanratu.

Tata Kelola Parkir Tanpa Transparansi

​Selain rapor merah di sektor sanitasi dan konsumsi, mahasiswa juga menyoroti sistem perparkiran RSUD Palabuhanratu yang dinilai acak-acakan. Berdasarkan temuan di lapangan:

  1. ​Pengelolaan parkir tidak berjalan tertib dan memicu kesemrawutan.
  2. ​Tarif parkir yang dikenakan kepada keluarga pasien dan masyarakat tidak memiliki kepastian hukum serta transparansi yang jelas.
  3. ​Tuntut Audit Total dan Desak Direktur Mundur
Baca Juga  Izin Air Tanah Cicurug Waterland Kedaluwarsa, Komisi I DPRD Sukabumi Gelar Sidak

​BEM Nusantara Sukabumi Raya menegaskan bahwa seluruh kebobrokan ini adalah tanggung jawab mutlak Direktur RSUD Palabuhanratu sebagai pimpinan tertinggi. Mahasiswa mendesak adanya evaluasi total dalam waktu dekat. Jika tidak ada perubahan signifikan, mereka menuntut sang direktur untuk meletakkan jabatannya.

​”Jika persoalan ini dibiarkan tanpa ada perbaikan, maka kami tegaskan Direktur RSUD Palabuhanratu harus mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral!” tegas Rahmadi.

​Mengingat seriusnya pelanggaran hak-hak konsumen dan pasien ini, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Bupati Asep Japar dan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif.

​”Kami tidak ingin rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat masyarakat mendapatkan kesembuhan, justru menghadirkan persoalan yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan pasien. Perbaikan harus segera dilakukan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Baca Juga  Kunjungi Garut, Komisi IV DPRD Sukabumi Fahami Kelola Wisata

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Palabuhanratu belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dan temuan ulat pada makanan pasien tersebut.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *