Puluhan Warga Kampung Cijambe Tuntut Kepastian Relokasi, Mengaku Sudah Berbulan-bulan Tinggal di Kontrakan

Warga penyintas pergerakan tanah, di Cijambe Kecamatan Bantar Gadung.

SUKABUMI – Puluhan warga Kampung Cijambe RT 05 RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera merealisasikan janji relokasi. Warga mengaku hingga kini belum mendapatkan kejelasan, meski telah menunggu selama berbulan-bulan dalam ketidakpastian.

​Dalam aksi tersebut, warga membentangkan sejumlah poster aspirasi dan meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan kepastian terkait proses relokasi. Pasalnya, pasca meninggalkan tempat tinggal lama, mereka terpaksa harus bertahan hidup di rumah-rumah kontrakan.

​Ketua RT 05 RW 07 Kampung Cijambe, Yusuf, menegaskan bahwa warga hanya menginginkan satu hal: kepastian waktu pelaksanaan relokasi.

​”Kami butuh kepastian relokasi. Sudah sekitar empat hingga lima bulan kami menunggu sejak ada janji dari pemerintah, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian ataupun informasi resmi yang kami terima,” ujar Yusuf kepada sukabumiSATU.com.

Baca Juga  Tetap Sehat di Pengungsian: 5 Langkah Penting Cegah Penyakit Pasca Bencana

Terbebani Biaya Kontrakan dan Ekonomi yang Menjepit

​Menurut Yusuf, sebagian besar warga kini terpaksa menyewa rumah kontrakan sambil menanti janji pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai kian memberatkan karena beban biaya hidup yang terus melonjak.

​”Kami berharap relokasi segera direalisasikan. Kami memohon kepada Bapak Bupati agar mempercepat proses relokasi supaya warga tidak terus hidup dalam rasa waswas,” tambahnya.

Pendidikan Anak-Anak Mulai Terancam

​Di lokasi yang sama, raut kesedihan dan kekhawatiran mendalam tampak di wajah Enung (60), salah seorang warga terdampak. Dengan nada emosional, ia meminta pemerintah tidak menutup mata atas penderitaan yang dialami warga Kampung Cijambe.

Baca Juga  Wabup Iyos Somantri Apresiasi LAZ Rabbani Bogor Yang Bantu Warga Penyintas Banjir Bandang Sagaranten

​Enung mengungkapkan, banyak kepala keluarga yang kini kelimpungan memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah penghasilan yang sangat terbatas. Bahkan, ia mengkhawatirkan masa depan dan kelangsungan pendidikan anak-anak mereka.

Ekonomi Sulit: Penghasilan warga tidak sebanding dengan biaya sewa kontrakan dan kebutuhan pokok.

Nasib Pendidikan: Kondisi ekonomi yang tidak stabil mulai mengancam kelanjutan sekolah anak-anak warga terdampak.

Kebutuhan Utama: Warga mendambakan tempat tinggal yang layak dan permanen agar bisa hidup dengan tenang.

​”Kami hanya meminta pemerintah segera merealisasikan relokasi. Kami ingin memiliki tempat tinggal yang layak agar bisa kembali menjalani kehidupan dengan tenang. Tolong perhatikan nasib masyarakat Kampung Cijambe,” ungkap Enung dengan mata berkaca-kaca.

​Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Warga Kampung Cijambe sangat berharap ada solusi konkret dan jadwal yang jelas terkait relokasi, agar mereka tidak semakin terpuruk dalam kesulitan ekonomi.

Baca Juga  PLN Indonesia Power UBP Jabar 2 Pelabuhan Ratu, Berkolaborasi dengan PLN Group Resmikan Hunian Tetap Pascabencana di Jampang Tengah 

Reporter: Suhendi Soex

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *