Jumat,17 April 2026
Pukul: 13:58 WIB

PPP Kaget, Anggota DPRD Sukabumi Terseret Kasus Dugaan Jual Beli Perahu

PPP Kaget, Anggota DPRD Sukabumi Terseret Kasus Dugaan Jual Beli Perahu

Senin, 16 Juni 2025
/ Pukul: 14:05 WIB
Senin, 16 Juni 2025
Pukul 14:05 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com — Kabar mengejutkan datang dari Sukabumi. Seorang anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dilaporkan ke Polres Sukabumi atas dugaan jual beli perahu nelayan di wilayah Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas.

Informasi soal pelaporan ini ramai beredar di berbagai media sosial sejak beberapa hari terakhir. Menanggapi hal tersebut, pengurus DPC PPP Kabupaten Sukabumi angkat bicara.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Sukabumi, M. Almanfaluthi Hakiem, SH mengaku pihaknya sempat terkejut saat pertama kali mengetahui informasi tersebut. “Terus terang, kami di DPC kaget dan bertanya-tanya, ada apa sebenarnya. Kami langsung melakukan tabayyun kepada beliau,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (16/6).

Baca Juga  Praktek Jual Beli Program Bantuan Nelayan di Sukabumi Disorot, Fraksi Rakyat: Ini Tragedi Kemanusiaan

Menurut Almanfaluthi, pada prinsipnya PPP menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya juga menegaskan bahwa perkara tersebut adalah urusan pribadi anggota dewan yang bersangkutan.

“Ini murni persoalan beliau secara pribadi, dan tidak ada kaitan apapun dengan kami di DPC. Tapi, prinsip asas praduga tak bersalah tetap harus kita pegang,” tegasnya.

Meski demikian, DPC PPP memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan pendampingan hukum jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik dan sesuai koridor hukum yang berlaku. Actori Incumbit Probatio, barang siapa yang menuduh, dia yang wajib membuktikan,” pungkas Almanfaluthi.

Baca Juga  Terseret Skandal Bantuan Perahu, Andri Hidayana Bantah Intimidasi Nelayan Pelapor

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Sukabumi masih belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang dimaksud. (Candra)

Related Posts

Add New Playlist