SUKABUMISATU.com – Menghadapi arus mudik dan libur panjang yang diprediksi membludak, Polres Sukabumi mengambil langkah cepat. Sebuah pos Traffic Management Center (TMC) di kawasan exit tol Parungkuda, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, diresmikan, Rabu (28/5).
Kapolres Sukabumi AKBP Samian turun langsung meresmikan pos tersebut. Menurutnya, pos TMC ini akan menjadi pusat kendali lalu lintas di wilayah utara Sukabumi yang kerap padat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Dengan adanya pos ini, layanan kita ke masyarakat akan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih terkoordinasi,” ujar Samian.
Pos TMC Parungkuda dilengkapi command center dan fasilitas pemantauan CCTV real-time yang terintegrasi dengan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di Kabupaten Sukabumi. Termasuk jalur-jalur utama yang kerap mengalami bottle next.
Sejak dibukanya exit tol Parungkuda, arus kendaraan mengalami perubahan signifikan. Kepadatan lalu lintas yang semula terpusat di jalur Cicurug, kini bergeser ke exit tol Parungkuda hingga ke Palabuhanratu.
“Perkiraan kami, saat long weekend, volume kendaraan bisa naik hingga 300-400 persen. Pos ini penting untuk memastikan arus tetap berjalan,” tegasnya.
Berbeda dari pos lalu lintas konvensional, pos TMC ini menjadi pusat komando. Dari sini, instruksi untuk personel di lapangan akan dikeluarkan secara cepat dan tepat sasaran. Selain itu, tersedia juga fasilitas coffee morning dan rest area mini bagi masyarakat yang ingin beristirahat sejenak di tengah perjalanan.
“Ini pos untuk semua. Masyarakat, pengendara, hingga rekan-rekan media bisa singgah di sini,” kata Samian.
Menghadapi libur panjang, Polres Sukabumi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) di jalur-jalur wisata. Sejauh ini, lebih dari 400 pelaku pungli berhasil diamankan dalam operasi pekat.
“Tidak ada toleransi. Bila ada yang coba-coba, pasti kita tindak,” tegas Samian.
Pos TMC Parungkuda kini menjadi salah satu tulang punggung pengendalian lalu lintas di wilayah Sukabumi. Dengan sistem pemantauan terintegrasi dan personel siaga, diharapkan kemacetan bisa ditekan, dan keamanan berkendara masyarakat tetap terjaga. (Candra)









