Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Pria Dituding Maling Tewas Dimassa di Cikakak Sukabumi

SUKABUMISATU.COM – Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede, mengatakan pihaknya sudah memeriksa tujuh orang saksi dalam pengusutan kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan pria diduga maling di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut dikatakan Maruly usai menghadiri proses autopsi di RS Sekarwangi Cibadak. Ketujuh saksi tersebut termasuk istri dari korban R alias Kamad.

“Sejauh ini kami sudah memeriksa tujuh orang saksi. Termasuk istri dari korban serta beberapa saksi yang ada di TKP,” kata Maruly, Jumat (28/4/2023).

Maruly menambahkan, berdasarkan keterangan tim forensik, korban mengalami beberapa luka akibat benda tumpul. Hasil autopsi akan menjadi salah satu alat bukti dalam pengusutan kasus.

Baca Juga  Aksi Bersih-bersih Pantai dan Penanaman 1.000 Bibit Mangrove Meriahkan Cimaja Surfival 2023

Lebih lanjut Maruly membeberkan, pihaknya masih merunut kronologi dari insiden ini. Berdasarkan keterangan sentara, polisi merunut sejumlah TKP.

Mulai dari pertama kali korban dipanggil, lokasi dugaan pengeroyokan, hingga tempat penemuan korban saat dalam kondisi kritis.

“Terkait hal itu (tuduhan maling) kita masih dalami,” imbuh Maruly.

Lebih lanjut Maruly pun mengimbau agar warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Ia kembali menegaskan, aksi main hakim sendiri adalah perbuatan kriminal yang bisa dijatuhi hukaman pidana.

“Laporkan kepada petugas (jika ada yang dicurigai). Nanti kami yang akan memproses,” kata dia.

Baca Juga  Dua Maling Tewas Dimassa di Sukabumi, Kapolres: Aksi Main Hakim Sendiri Bisa Diancam 12 Tahun Penjara

Diberitakan sebelumnya, tragedi pria dituding maling tewas dihakimi massa
kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini peristiwa mengenaskan itu R (40) alias Kamad yang tewas usai dimassa di Kampung Cicariang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak.

Informasi yang didapat sukabumisatu.com menyebutkan insiden itu terjadi pada Kamis sore (27/4/2023). Sejumlah video memperlihatkan detik-detik mengenaskan yang dialami R pun tersebar di jejaring aplikasi perpesanan.

Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *