Pernah Diusir Kontrakan, IRT Asal Parungkuda Ini Buktikan Doa dan Kerja Keras Tak Menghianati Hasil

Nok Riska Mulya, Ibu rumah tangga asal Parungkuda Sukabumi.

SUKABUMISATU.com, Parungkuda — Tak pernah ada jalan yang benar-benar mulus menuju sebuah impian. Bagi Nok Riska Mulya (30), wanita kelahiran Sukabumi, 11 September 1995 ini, perjalanan hidup menuju kesejahteraan justru ditempa dari pahitnya kemelaratan dan air mata.

Siapa yang menyangka, sosok wanita asal Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang dulunya harus menahan lapar dan beberapa kali diusir dari rumah kontrakan, kini menjelma menjadi kreator konten sukses yang berhasil membangun rumah impian hingga memiliki dua unit kontrakan sendiri.

Masa-Masa Kelam di Tahun 2023

Tahun 2023 menjadi babak paling menakutkan sekaligus berat bagi Riska dan sang suami, Adi A. Pondanda. Sebagai seorang ibu rumah tangga (IRT) yang mengurus anak-anak yang masih kecil, Riska harus menyaksikan ekonomi keluarganya berada di titik terendah.

Kondisi sang suami saat itu tidak memungkinkan untuk terus bekerja secara produktif seperti sediakala. Perekonomian yang hancur membuat pasangan ini tak sanggup membayar sewa tempat tinggal, hingga berujung pada pengusiran dari kontrakan berkali-kali.

Bahkan untuk urusan makan sehari-hari pun menjadi ujian yang luar biasa berat. Tak jarang Riska dan keluarga harus menahan lapar. Di tengah keputusasaan itu, tak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain berpasrah dan memanjatkan doa khusyuk kepada Sang Pencipta.

Baca Juga  Harmoni dari Mayanti: Ketika Integritas dan Kehangatan Meniupkan Nafas Baru bagi KOWASI

“Saat keadaan begitu sulit, saya hanya bisa berdoa meminta jalan keluar. Sebagai ibu dan istri, tekanan itu sangat berat, tapi saya memilih untuk tidak berhenti berharap,” ungkap Riska mengenang masa-masa sulitnya.

Keberanian Menembus Keterbatasan Lewat Konten Digital

Titik balik kehidupan Riska bermula pada penghujung Desember 2023. Memiliki tekad kuat untuk mengubah nasib keluarga dari rumah, Riska memberanikan diri mendaftar di Mobileclass, sebuah platform pembelajaran yang mengenalkannya pada dunia kreator konten digital.

Bermodalkan gawai di genggaman dan statusnya sebagai ibu rumah tangga penuh waktu, Riska mulai belajar membuat konten dari nol. Lewat akun TikTok miliknya, @RiskaMulya, ia secara konsisten mengunggah karya, mengevaluasi setiap hasil, dan tak pernah berhenti belajar.

Awalnya, Riska tak pernah membayangkan bahwa layar ponsel yang setiap hari ia pegang akan menjadi pintu pembuka rezeki besar bagi keluarganya. Prosesnya tidak instan; butuh waktu, ketekunan, dan ketahanan mental untuk terus konsisten di tengah kesibukan mengurus rumah tangga.

Baca Juga  Mantan Gelandangan yang Sukses Jadi Boss: Kisah Inspiratif Tajudin Mansyur, Bacaleg Gerindra Dapil 5 Kabupaten Sukabumi

Memetik Buah Konsistensi: Rumah Impian dan Sertifikasi Resmi

Seiring bertambahnya keahlian dan konsistensi, akun TikTok Riska mulai memikat banyak audiens dan mendatangkan penghasilan yang signifikan. Kemampuannya mendesain dan mengelola konten bahkan membawanya meraih sertifikasi resmi dari TikTok.

Secara bertahap, roda kehidupan Riska berputar drastis. Dari keluarga yang dulu tidak memiliki tempat tinggal tetap dan sering menahan lapar, kini Riska mampu mewujudkan berbagai impian besar yang dulunya terasa tidak mungkin:

  • Membeli kendaraan pribadi untuk mobilitas keluarga.
  • Membangun rumah impian yang nyaman untuk suami dan anak-anaknya.
  • Memiliki dua unit rumah kontrakan sebagai aset investasi masa depan.

Bagi Riska, pencapaian materi ini bukan untuk kesombongan, melainkan monumen pengingat akan keajaiban doa, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba.

Pesan Semangat untuk Para Ibu Rumah Tangga

Perjalanan hidup Riska Mulya menjadi bukti nyata bahwa status sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) bukan batasan untuk berkarya dan meraih mimpi.

Baca Juga  Longsor Parah di Bojongkokosan, Akses Jalan Nasional Sukabumi-Bogor Tertutup

Ia berharap kisah hidupnya dapat menyalakan api semangat bagi para wanita dan ibu-ibu lain di Sukabumi maupun di mana saja, yang saat ini mungkin sedang berada di titik terendah kehidupan.

“Jangan pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti belajar. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil: berani belajar, berani mencoba, dan jangan pernah berhenti berdoa,” pesan Riska penuh optimisme.

Perjuangan Riska Mulya mengajarkan kita satu hal penting: titik terendah dalam hidup bukanlah akhir dari cerita, melainkan pondasi terkuat untuk melompat lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *