Longsor Parah di Bojongkokosan, Akses Jalan Nasional Sukabumi-Bogor Tertutup

Foto: Sukabumisatu.com/Suhendi Soex

SUKABUMISATU.COM – Musibah longsor menyebabkan akses jalan nasional Sukabumi – Bogor tertutup total, Senin malam (02/04/2024). Para petugas masih berjibaku mengevakuasi material longsor.

Lokasi longsor berada di sekitar Bojongkokosan, tepatnya di Kampung Palagan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Pantauan sukabumisatu.com, tanah longsor menutup seluruh badan jalan nasional Sukabumi – Bogor.

Kapolsek Parungkuda, Kompol Aah Hermawan, mengatakan longsor terjadi sekira pukul 18.30 WIB usai wilayah sekitar diguyur hujan deras.

“Longsor terjadi akibat hujan sangat lebat mengakibatkan tanah bergeser ke jalan,” kata Aah kepada awak media di lokasi longsor.

Baca Juga  Evakuasi Warga Tersengat Listrik di Atap Ruko Parungkuda, Petugas Damkar Bergerak Cepat

Aah memperkirakan ketinggian tanah longsor mencapai lima meter. Akses jalan nasional tidak bisa dilalui kendaraan meski pun hanya roda dua.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres dan Unit Lantas Polsek dan mengimbau agar pengendara menggunakan jalan alternatif,” kata dia.

“Untuk mobil sumbu tiga atau kendaraan berat, dialihkan lewat tol,” tambah Aah.

Pantauan sukabumisatu.com, sejumlah petugas gabungan dari Kementerian PURR, BPBD Kabupaten Sukabumi, serta TNI dan Polri sudah berada dilokasi untuk mengevakuasi material longsor.

Hingga berita ini disusun, akses jalan nasional Sukabumi-Bogor masih tertutup.

“Untuk sementara kami pastikan tidak ada korban jiwa,” tambah Aah.

Baca Juga  Rumah Warga di Desa Sukasirna Ambrol Akibat Gempa 4.0 Disertai Hujan Deras

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menambahkan longsor kali ini merupakan longsor kedua kalinya.

“Sebelumnya juga terjadi longsor namun tidak sampai menutup badan jalan. Namun saat ini kembali terjadi longsor atau yang kedua kali sampai menutup jalan raya,” kata dia.

Untuk sementara, lanjut Deden, petugas mengupayakan evakuasi longsoran dengan menggunakan peralatan manual.

“Ranting-ranting kita singkirkan dulu sambil menunggu alat berat menuju ke lokasi,” kata dia.

Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *