SUKABUMISATU.com — RSUD Jampangkulon terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan internal lewat transformasi digital. Terbaru, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi ini menggelar sosialisasi penerapan SIKEJAP (Sistem Informasi Kepegawaian RSUD Jampangkulon) secara daring pada Senin (22/06/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Kepegawaian dan Umum RSUD Jampangkulon, Iyus, SKM, serta diikuti oleh jajaran pegawai di lingkungan rumah sakit.
Solusi Layanan Mandiri dan Real-Time
SIKEJAP hadir sebagai sistem informasi layanan mandiri (self-service) dan helpdesk kepegawaian. Sistem ini dikembangkan secara khusus untuk mendukung sentralisasi layanan, transparansi proses, keamanan data, serta kelancaran operasional rumah sakit.
Dengan implementasi sistem ini, manajemen berharap dapat memotong rantai birokrasi konvensional yang kerap memakan waktu lama.
”Dengan adanya SIKEJAP, kita ingin mengurangi proses birokrasi fisik yang memerlukan waktu lama. Sekarang, setiap pegawai bisa memantau status pengajuan administrasi mereka secara real-time lewat sistem,” ujar Kasubbag Kepegawaian dan Umum RSUD Jampangkulon, Iyus, SKM.
4 Fitur Unggulan SIKEJAP
Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan empat poin krusial yang menjadi fokus utama dalam implementasi aplikasi SIKEJAP, antara lain:
Sentralisasi Layanan: Menyatukan seluruh urusan administrasi kepegawaian dalam satu wadah terintegrasi.
Pengolahan Cuti Digital: Mempermudah pengajuan dan persetujuan cuti pegawai secara daring tanpa perlu berkas fisik (paperless).
Helpdesk Berbasis Tiket: Menyediakan ruang aduan dan asistensi bagi pegawai dengan sistem pelacakan tiket yang transparan.
Digitalisasi Naskah Dinas: Mempercepat tata kelola surat-menyurat dan dokumen resmi internal rumah sakit demi keamanan dokumen yang lebih terjamin.
Melalui inovasi digital ini, SIKEJAP diharapkan mampu menjadi sarana pendukung utama yang menjadikan layanan kepegawaian di RSUD Jampangkulon menjadi lebih efektif, transparan, terukur, dan saling terintegrasi. Transformasi internal ini pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Sukabumi. (Maulana Yusuf)












