SUKABUMISATU.COM – Musibah kebakaran menghanguskan sebuah bangunan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (07/09/2023). Meski tidak ada korban jiwa, musibah tersebut menyisakan cerita pilu bagi pengurus dan para santri di ponpes tersebut.
Kebakaran yang melanda di Ponpes Asobaratus Salafiah di Kampung Legok Nyenang, RT 15 RW 04, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB.
Ketua RW setempat, Sahidin, mengatakan kebakaran menyebabkan seluruh pakaian santri serta Alquran dan kitab-kitab lain hangus tak tersisa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi semua pakaian anak-anak santri berikut Alquran dan kita-kitab hangus. Tidak ada yang tersisa sama sekali,” ujar Sahidin dalam keterangan yang diterima sukabumisatu.com, Jumat (08/09/2023).
Ia pun berharap ada dermawan yang mau menyisihkan rezeki untuk membantu para santri.
“Beradasarkan data, ada 20 orang santri yang mondok di pesantren ini. Mudah-mudahan ada hamba Allah yang dermawan bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu,” ujar Sahidin.
Kebakaran di pesantren tersebut diduga disebabkan korsleting listrik. Warga setempat sudah berupaya membantu memadamkan api dengan alat seadanya.
“Mobil pemadam kebarakan tidak mungkin bisa masuk ke jalur pedesaan ini. Kan aksesnya sempit,” ujar Sahidin.
Api dengan cepat merambat dan membuat kebakaran semakin besar. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat setempat baik di tingkat desa hingga kecamatan.
Reporter: Uga Hoeru Rabani | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor









