SUKABUMISATU.com – Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sukabumi Raya ke-4 yang digelar pada Sabtu (23/8/2025) mencatat sejarah baru. Tercatat sebanyak 550 peserta hadir dalam forum tersebut, sekaligus menjadi jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah Musda KAHMI Sukabumi.
Dalam Musda kali ini, terdapat tiga agenda pemilihan yang dilakukan langsung oleh peserta, yakni:
1. Pemilihan Presidium yang beranggotakan lima orang.
2. Pemilihan Ketua Dewan Pakar, terpilih M. Redy Santosa.
3. Pemilihan Ketua Dewan Penasehat, terpilih Prof. Endin.
Sebanyak 14 calon presidium bersaing dalam forum tersebut. Sejumlah nama besar dari kalangan politisi maupun praktisi turut meramaikan bursa pencalonan, di antaranya Ketua DPD PKS Sukabumi M. Sodikin ST, Aam Abdul Salam S.Ag, Dr. Dadang Sahroni M.Pd, Fery Gustaman SH, Fiskiyya Nurdhina, hingga sederet tokoh lainnya.
Semangat Baru untuk KAHMI
Redy Santosa yang juga menjadi koordinator pembentukan presidium mengaku bangga atas antusiasme peserta Musda tahun ini.
“Besar dan majunya sebuah organisasi ditentukan oleh semangat para anggotanya. Terpilihnya saya sebagai Dewan Pakar tentu menjadi langkah positif untuk membangun organisasi ini bersama-sama,” ucap Redy.
Ia menegaskan bahwa KAHMI menjunjung tinggi nilai demokrasi.
“Dalam Kahmi itu sebetulnya memiliki kesetaraan dalam perjuangan, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, namun tetap menjunjung tinggi demokrasi,” tambahnya.
Lebih jauh, Redy menggambarkan suasana Musda kali ini begitu luar biasa.
“MUSDA rasa Pilpres… sungguh KAHMI Sukabumi Raya luar biasa. Saya ucapkan selamat atas terpilihnya lima presidium MD KAHMI Sukabumi periode 2025–2030, yakni Adinda Ferry Gustaman, Rakanda Dadang Sahroni, Rakanda Aam Abdul Salam, Adinda Jaka Susila, dan Ayunda Ai Sopiah. Semoga amanah dan bertanggung jawab dalam mengemban tugas. Yakin Usaha Sampai!” ungkapnya.
Sekilas Tentang KAHMI
KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) berdiri pada 17 September 1966 di Jakarta, tidak lama setelah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) mengalami fase kritis di era peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Organisasi ini didirikan oleh sejumlah tokoh nasional, salah satunya Prof. Dr. Lafran Pane—pendiri HMI.
Sejak berdiri, KAHMI telah menjadi wadah penting bagi para alumni HMI untuk berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, akademisi, hingga dunia profesional. Tidak sedikit tokoh nasional yang lahir dari rahim HMI dan KAHMI, seperti Akbar Tanjung, Anies Baswedan, Mahfud MD, Jusuf Kalla, hingga sederet tokoh besar lain yang pernah menduduki posisi penting di pemerintahan maupun partai politik.
Peran KAHMI dalam dinamika kebangsaan kerap dipandang sebagai penyeimbang dalam demokrasi Indonesia. Organisasi ini juga dikenal konsisten menyuarakan isu-isu strategis bangsa serta mendorong kader-kadernya berkontribusi di level lokal hingga nasional.
Dengan semangat baru yang terlihat dalam Musda Sukabumi Raya kali ini, para alumni HMI diharapkan dapat semakin solid dalam memperkuat peran organisasi, baik di ranah sosial, politik, maupun pembangunan daerah.
Reporter: Candra
Editor: Demi Pratama Adiputra









