Menggeliatnya Pasar Tumpah di Pawenang Nagrak: Geliat UMKM di Tengah Pesona Kabut Villa Himalaya

Pasar tumpah di Pawenang Nagrak. Minggu, (21/06/2026).

SUKABUMI – Suasana pagi hari di wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, selalu menyuguhkan daya tarik tersendiri. Salah satunya terlihat di Kampung Cibodas, Desa Pawenang. Setiap hari Minggu, aktivitas ekonomi warga berpadu indah dengan panorama alam pedesaan yang asri, menciptakan magnet tersendiri bagi masyarakat dan pelancong. Minggu, (21/06/2026).

​Udara sejuk khas pegunungan, hamparan sawah, serta pemandangan menakjubkan khas pedesaan menjadi latar belakang aktivitas pasar tumpah yang memanfaatkan pinggiran jalan. Sejak pagi buta, lalu lalang warga yang berburu kuliner dan kebutuhan mingguan tampak memadati kawasan tersebut.

Ladang Rezeki Pedagang Keliling

​Bagi para pelaku UMKM, momentum pasar mingguan ini adalah ladang rezeki yang tidak boleh dilewatkan. Andri (40), salah seorang pedagang yang rutin berjualan di lokasi tersebut, mengaku harus berpacu dengan waktu sejak subuh.

​”Alhamdulillah, pendapatan di sini lumayan. Saya berangkat dari rumah setelah salat Subuh, sekitar jam 05.00 pagi langsung mencari tempat untuk lapak berjualan,” ujar Andri kepada sukabumisatu.com.

Baca Juga  Warga Nagrak Tuntut Pembayaran Kompensasi dari Pengembang Perum Bumi Cibodas Indah

​Andri menambahkan bahwa dirinya merupakan pedagang keliling yang mengandalkan jadwal pasar mingguan yang berpindah-pindah lokasi setiap harinya. Terkait fasilitas, ia merasa tempat yang tersedia saat ini sudah cukup memadai untuk mencari nafkah, meski ia tetap membayar iuran sukarela untuk kebersihan lingkungan.

Catatan Penataan dari Pengunjung

​Di sisi lain, pesatnya aktivitas pasar tumpah yang menggunakan bahu jalan ini juga memunculkan aspirasi terkait penataan kawasan. Saepuloh (50), salah seorang warga pendatang yang berkunjung ke lokasi, memberikan catatan agar roda ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan.

​”Menurut saya, karena ini berkaitan dengan aktivitas pasar, sebaiknya ada fasilitas atau tempat khusus yang bisa mewadahi kegiatan masyarakat. Kalau pasar menggunakan badan jalan, secara tidak langsung penggunaan jalan oleh masyarakat jadi sedikit terganggu,” ungkap Saepuloh.

Baca Juga  Warga Resah, Tiang Internet di Lahan Pribadi Tanpa Ijin Diduga Arahan Kades

​Ia berharap pihak pemerintah desa setempat bisa memfasilitasi lahan khusus yang tertata rapi. “Jika di sekitar sini masih ada lahan luas, mungkin bisa difasilitasi desa demi kemajuan ekonomi warga. Lokasinya kalau bisa jangan terlalu jauh dari tempat sekarang agar masyarakat tetap mudah menjangkaunya,” tambahnya.

Menikmati Kabut Dua Gunung di Villa Himalaya

​Tidak jauh dari riuhnya pasar tumpah, daya tarik Nagrak semakin lengkap dengan eksotisme kawasan Villa Himalaya. Hingga pukul 08.00 WIB, kawasan yang dikenal dengan lanskap dua gunungnya ini kerap diselimuti kabut tebal, menyajikan atmosfer syahdu layaknya pukul enam pagi.

​Keindahan ini sukses memikat wisatawan dari luar kecamatan, seperti Irvan, seorang pengunjung asal Parungkuda yang sengaja datang ke kawasan Villa Himalaya untuk berolahraga sambil menikmati pemandangan alam.

​”Matahari mulai muncul dan pemandangannya cantik sekali. Udaranya masih sejuk dan asri,” kata Irvan bangga.

Baca Juga  Kajava Chips, Brand Kripik Singkong Asal Sukabumi Sukses Tembus Pasar Internasional

​Irvan juga mengapresiasi kehadiran para pelaku usaha di sepanjang jalur wisata tersebut yang dinilainya memberikan dampak positif ganda. “Selain pemandangannya bagus, di sini juga ada pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan. Jadi pengunjung bisa menikmati wisata sekaligus mendukung usaha masyarakat setempat. Keren lah,” pungkasnya. (Suhendi Soex).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *