Massa Bergerak ke Jakarta, 122 Personel Polres Sukabumi Awasi Pintu Keluar Daerah

Demo DPR 27 Agustus: Polres Sukabumi Disiagakan di Empat Stasiun dan Jalur Tol

Apel Pasukan dan Patroli Wilayah di Pintu Tol Bocimi Parungkuda.

SUKABUMISATU.com – Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi mengintensifkan pengawasan di sejumlah titik perbatasan dan moda transportasi umum menjelang aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 27 Agustus besok.

Sebanyak 122 personel diterjunkan di tengah penegasan kelompok massa daerah bahwa aksi tersebut murni menyuarakan penguatan agenda antikorupsi.

​Jaga Simpul-Simpul Mobilitas

​Pengamanan wilayah mulai bergulir sejak Rabu malam, 26 Agustus 2026, diawali dengan apel pasukan dan patroli kawasan. Kepolisian memetakan sebaran personel pada titik strategis yang menjadi urat nadi pergerakan warga menuju ibu kota.

​Fokus penjagaan ditempatkan di akses jalan tol dan jalur utama, meliputi pintu keluar Tol Parungkuda, Pintu keluar Tol Cigombong, serta kawasan Jalur Lingkar Selatan Cibolang. Selain jalur darat, aparat menyisir empat titik moda kereta api, yakni Stasiun Cicurug, Stasiun Parungkuda, Stasiun Cibadak (Karangtengah), dan Stasiun Labora Cibadak.

Baca Juga  Tabrakan Angkot vs Colt L300 di Cibadak, Sopir dan Seorang Penumpang Dilarikan ke Rumah Sakit

​Kabag Ops Polres Sukabumi, Kompol AAH Hermawan, menyatakan pengawalan ini berstatus sebagai kegiatan imbangan untuk mendukung kondusivitas wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kendati menurunkan ratusan personel, ia mengklaim tidak ada tindakan penyekatan ketat terhadap mobilitas warga.

​”Sementara tidak ada target penyekatan khusus, sifatnya kegiatan imbangan dan pengamanan hingga dua hari ke depan. Fokus kami adalah menjaga aktivitas umum tetap lancar. Hingga saat ini situasi normal dan belum terdeteksi adanya pergerakan massa aksi dari Sukabumi,” ujar Kompol AAH Hermawan, Rabu malam. (26/08/2026).

​Dua Tuntutan Antikorupsi

​Di sisi lain, perwakilan kelompok massa asal Sukabumi yang berencana berangkat ke Jakarta menepis tuduhan bahwa pergerakan mereka berpotensi memicu kerusuhan. Mereka menegaskan keberangkatan tersebut bertujuan mengawal aspirasi publik yang dinilai mendesak.

Baca Juga  Pesan Wabup Iyos di Rakor Operasi Lilin Lodaya: Fokus, Laksanakan Tugas Sebaik Mungkin

​”Kami datang untuk memperkuat barisan kawan-kawan se-Jabodetabek. Fokus kami murni pada dua tuntutan: pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor,” tegas salah satu perwakilan massa.

​Pihaknya juga menepis spekulasi yang mengaitkan aksi tersebut dengan agenda politik praktis atau penolakan terhadap kepemimpinan nasional. “Tidak ada isu pelengseran Prabowo-Gibran. Gerakan ini justru mendorong agar pemerintahan berjalan lebih bersih dan bebas dari praktik korupsi,” lanjutnya.

​Penyiagaan personel oleh Polres Sukabumi ini memperlihatkan tingginya kewaspadaan aparat terhadap potensi arus massa daerah menuju pusat kekuasaan. Meski kepolisian menjamin tidak ada tindakan represif, penempatan pasukan di pintu-pintu keberangkatan menempatkan ruang gerak sipil dalam pengawasan ketat aparat keamanan.

Baca Juga  Renggut Korban Jiwa, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani di Ciemas Sukabumi Ditutup

Reporter: Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *