Senin,25 Mei 2026
Pukul: 08:18 WIB

Kisah Pilu Revan, Remaja Sukabumi Meninggal Usai Gigitan Ular saat Bantu Ibu di Sawah

Kisah Pilu Revan, Remaja Sukabumi Meninggal Usai Gigitan Ular saat Bantu Ibu di Sawah

Jumat, 22 Agustus 2025
/ Pukul: 18:28 WIB
Jumat, 22 Agustus 2025
Pukul 18:28 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga Revan (16), remaja asal Kampung Cihamerang RT 3/4, Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Ia meninggal dunia setelah dipatuk ular welang ketika sedang membantu ibunya membersihkan rumput (ngarambet) di sawah, Kamis (21/8/2025) pagi.

 

Peristiwa bermula saat kaki Revan terperosok ke dalam lubang di pematang sawah. Ia merasakan gigitan, namun mengira hanya kepiting sehingga tetap melanjutkan aktivitas. Tak lama kemudian, kondisi tubuhnya melemah, penglihatan kabur, dan hampir sempoyongan.

 

Melihat keadaan itu, orang tuanya segera membawa Revan ke praktik dokter di Desa Tugubandung. Namun dokter menyarankan agar langsung dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, Revan dan ayahnya sempat pulang ke rumah untuk berganti pakaian sebelum menuju Klinik Adya Medical Center di Kalapanunggal.

Baca Juga  Ngeri! Ular Tambang Ngumpet di Bodi Motor, Pelajar di Cibadak Sukabumi Hampir Digigit

 

“Di klinik hanya sempat diinfus, tapi tidak sanggup ditangani lebih lanjut. Dalam perjalanan menuju rumah sakit lain, tepatnya di kawasan kebun sawit Kalapanunggal, korban muntah-muntah hingga akhirnya meninggal dunia di sekitar Pangkalan Cikidang,” ungkap Nurdin Shopian, relawan Tagana Kecamatan Kabandungan, Jumat (22/8/2025).

 

Jenazah Revan kemudian dibawa pulang ke rumah orang tuanya dan dimakamkan menjelang magrib sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang penasaran sempat menggali lubang tempat Revan terperosok dan menemukan seekor ular welang di dalamnya. Ular itu akhirnya dibunuh.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Jenazah Santri Tenggelam di Curug Sentral Kabandungan Sukabumi

Kakak korban, Riki, mengaku ada firasat sebelum kejadian. “Ade saya dari pagi bilang nggak mau sekolah, katanya mau bantuin orang tua di sawah. Padahal orang tua sudah nasehatin supaya sekolah saja, karena baru masuk kelas tiga SMP. Ternyata setelah selesai bantu orang tua, malah kejadian ini yang menimpa,” ucap Riki lirih.

Revan yang masih duduk di bangku kelas 9 MTs itu kini pergi untuk selamanya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya.

 

Reporter: Suhendi Soek

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)