SUKABUMISATU.com – Ciemas, Ada momen tak biasa yang mencuri perhatian di tengah kemeriahan Syukuran Nelayan ke-68 di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (19/7/2025). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, S.STP., M.Si., tampil mengejutkan saat ia dengan penuh semangat naik ke atas panggung dan ikut menari bersama para penari tradisional Jipeng.
Tindakan spontan itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari ratusan warga dan tamu undangan yang memadati kawasan pantai, gerbang utama kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp).
“Budaya adalah kekuatan kita. Menari bersama penari Jipeng bukan hanya bentuk penghormatan, tapi juga simbol bahwa kita harus melestarikan tradisi lokal yang luar biasa ini,” ujar Sendi kepada sukabumisatu.com usai acara.
Syukuran Nelayan yang digelar dari tanggal 18 hingga 22 Juli ini memang menjadi agenda tahunan masyarakat pesisir selatan Sukabumi. Bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil laut, serta momentum pelestarian budaya dan promosi wisata di kawasan Geopark Ciletuh yang telah diakui dunia.
Wakil Ketua Panitia, Mudrikah, mengatakan bahwa acara ini adalah tradisi penting yang selalu dinantikan masyarakat. “Syukuran nelayan ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, dan memperkuat identitas kawasan geopark sebagai destinasi unggulan.”

Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari ke depan pun dikemas dengan penuh semangat kebersamaan dan kearifan lokal. Mulai dari jalan sehat, pertandingan bola voli, lomba hias perahu, hingga pertunjukan seni tradisional seperti tari Jipeng dengan 1.000 penari, tari Jaipong, wayang golek, musik dangdut bersama bintang tamu Ade Astrid, hingga tabligh akbar.
Tari Jipeng yang menjadi salah satu sorotan utama merupakan seni tradisional khas Sukabumi yang sarat makna. Selain menggambarkan semangat gotong royong, tari ini juga menjadi simbol kuatnya nilai-nilai kebersamaan masyarakat nelayan.
Kehadiran dan keterlibatan langsung Kepala Dinas Pariwisata dalam tarian tersebut, dinilai warga sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal. (M. Waldi)











