Kades Wanasari Klarifikasi Soal Bansos El-Nino

SUKABUMISATU.COM – Isu tak sedap sempat menerpa Kepala Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Irwan Sudarmi. Isu miring itu terkait dengan penyaluran bansos El Nino, Desember 2023 lalu.

Isu itu sempat mencuat di salah satu media online. Dalam pemberitaannya Sudarmi dikatakan telah menilap uang milik KPM ( Keluarga Penerima Manfaat ).

Menanggapi pemberitaan itu Sudarmi menolak dan membantah keras. Diakuinya isu penyelewengan dana bansos tersebut sengaja dibuat oleh mereka-mereka yang kontra.

” Saya korban, mereka sengaja menggiring opini masyarakat supaya membenci saya. Mereka lawan politik saya, ” tutur Sudarmi kepada awak media.

Sebenarnya jelas Sudarmi, dugaan penyelewengan BLT El Nino yang dihembuskan kepada dirinya bermula dari hal sepele. Suatu hari ketika ada sekelompok ibu ibu yang akan mencairkan bansos PKH di kantor desa, lanjut Sudarmi, si ibu tersebut bertanya soal ada tidaknya bantual El Nino.

Pertanyaan itu dijawab Sudarmi dan mengiyakan. Ibu tersebut memintanya untuk didaftarkan sebagai penerima bansos El Nino. Jika dapat, kata si ibu ia bersedia dipotong Rp 100 ribu.

Baca Juga  Taman Tugu Megalodon Surade Perlu Sentuhan

” Saya bilang, alah paling juga bikin ribut. Tapi ibu itu bilang, saya Rido pa, ” tutur Sudarmi menirukan kata kata lawan bicaranya.

Beberapa Minggu kemudian transfer uang sudah masuk ke rekening para KPM sebesar Rp 400 ribu. Karena alasan di Desa Wanasari tidak adanya E- Warong maka atas inisiatif Kasi Kesos Desa Wanasari, Samsudin , kartu para KPM pun dibawanya untuk dicairkan di E- Warong milik Eli di Desa Gunungsungging , berjarak sekitar 6 kilo meter dari Wanasari.

Alhasil sekira pukul 12.00 wib, di ruang kerja Kepala Desa Wanasari diadakan pertemuan kades dengan tiga kadus dan seorang Kasi Kesos Samsudin. Agenda yang dibahas adalah seputar teknik penyaluran BLT El Nino yang baru saja di cairkan Kasi Kesos Samsudin.

Hasil rembukan disepakati setiap KPM bersedia memberikan uang Rp 70 ribu. Padahal awalnya KPM bersedia dan Rido memberikan Rp 100 ribu.

“Karena uang para KPM sudah dipotong Rp 7 ribu untuk biaya gesek di e-Warong dan Rp 13.000 untuk biaya operasional, saya tidak tega untuk menerima kesepakatan awal yakni mau memberi Rp 100 ribu, akhirnya saya terima dari KPM sebesar Rp 70. ribu . Uang itu sedianya akan kami pakai untuk rehab mushola kantor desa, ” ucap Sudarmi.

Baca Juga  Hasil Komunikasi Gaib, Dua Makan Leluhur Surade Diklaim Ditemukan

Hari itu setelah selesai pembagian uang BLT El Nino kepada para KPM ada telpon yang diterima kadus, intinya supaya uang Rp 70 ribu dikembalikan lagi kepada para KPM.

” Hari itu juga saya perintahkan kadus untuk mengembalikannya. Jadi uang yang diterima KPM sebesar Rp 380 ribu, yang Rp 20 ribu dipotong biaya gesek di e – Warong, ” imbuh Sudarmi.

Ketika ditanya awak media perihal pemecatan seorang staf desa, Sudarmi menjelaskan, tidak benar kalau dirinya memberhentikan staf desa, Kasi Kesos Samsudin, tetapi Staf desa berhenti atas dasar mengundurkan diri.

” Setelah pengembalian uang yang Rp 70 ribu itu beberapa hari kemudian ada permintaan warga untuk pertemuan membahas masalah El Nino. Saya sepakati. Saat itu yang hadir sebanyak 47 orang termasuk Babinsa, Babinkamtibmas, Kasi PMD Kecamatan, BPD, perangkat desa. Tetapi disaat pertemuan mereka justru tidak membahasnya, malah ujung ujungnya meminta supaya Kasi Kesos Samsudin diberhentikan, ” kenang Sudarmi

Baca Juga  Mohammad Muraz Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Surade Sukabumi

Saat itu Sudarmi menolak karena alasan mereka terlalu mengada ada. Ditengah pertemuan alot itu Sudarmi mengusulkan opsih, yaitu memberikan pembinaan kepada Samsudin atau mengganti posisinya dengan staf lain. Opsi itu tetap ditolak.

Akhirnya Sudarmi dengan berat hati mengusulkan supaya Samsudin mengundurkan diri. Pilih itu muncul atas dasar tekanan 47 warga yang hadir dipertemuan itu.

Reporter: Jajang Suhendar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *