Senin,20 Mei 2024
Pukul: 10:32 WIB

Jabar Diguncang 141 Kali Gempa Selama Januari 2023, Ini Penjelasan BMKG

Jabar Diguncang 141 Kali Gempa Selama Januari 2023, Ini Penjelasan BMKG

Rabu, 1 Februari 2023
/ Pukul: 15:54 WIB
Rabu, 1 Februari 2023
Pukul 15:54 WIB
BMKG mencatat sebanyak 141 kali gempa terjadi di wilayah Jawa Barat selama Januari 2023.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat 141 kali gempabumi telah mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama bulan Januari 2023.

Dari peta distribusi epicenter gempabumi periode bulan Januari 2023, terlihat 39 kejadian gempabumi terjadi di laut dan tersebar di bagian selatan Pulau Jawa. Gempa sebagai akibat dari aktivitas sesar aktif dasar laut dan 6 kejadian gempabumi lainnya juga terjadi di laut, namun diakibatkan oleh adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

Kemudian 86 gempa bumi terjadi di darat dengan kedalaman dangkal sebagai aktivitas sesar lokal. Sepuluh gempa lainnya terjadi juga di darat namun diakibatkan adanya aktivitas dalam lempeng tektonik Indo-Australia.

“Kejadian gempabumi terjadi dengan kedalaman yang bervariasi pada rentang 1 hingga 264 km. Sedangkan untuk magnitudo terbesar yang tercatat adalah 5.0 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.3,” dikutip sukabumisatu.com dari keterangan resmi BMKG, Senin (1/2/2023).

Sepanjang periode bulan Januari 2023 terdapat tujuh belas kali gempabumi yang dirasakan. Kejadian gempabumi dirasakan salah satunya terjadi pada tanggal 03 Januari 2023 pukul 06.55 WIB, yang berpusat 8.14 Lintang Selatan dan 107.89 Bujur Timur pada kedalaman 29 Km.

Gempa berkekuatan 4.9 tersebut dirasakan di wilayah Garut, Pangalengan, Bungbulang, Pameungpeuk, Sindangbarang, dan Cidaun sebesar III MMI, dan wilayah Pangandaran, Tasikmalaya, Cisompet, dan Kota Banjar sebesar II – III MMI, serta wilayah Sukabumi, Cianjur dan Kabupaten Bandung sebesar II MMI.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi tersebut merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa. (*)

 

Related Posts

Add New Playlist