SUKABUMISATU.COM, CIEMAS – Peringatan Syukuran Hari Nelayan Ciwaru ke-69 yang digelar di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, tanggal 17 hingga 19 Juli 2026, berlangsung meriah. Momentum tahunan ini tidak hanya kental dengan nuansa adat budaya pesisir, tetapi juga menjelma menjadi panggung penegasan komitmen politik untuk kesejahteraan nelayan sekaligus ajang promosi wisata pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.
Hadir di tengah-tengah warga, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, menegaskan bahwa perhatian kepada masyarakat pesisir harus melampaui batas seremonial. Bagi figur sentral Partai Gerindra Sukabumi ini, acara adat pesta laut wajib dikaitkan dengan dua hal strategis: kebijakan politik yang berpihak pada nelayan dan optimalisasi potensi wisata lokal.
DPRD Mendorong Kebijakan Riil, Bukan Sekadar Seremonial
Kehadiran keluarga besar Partai Gerindra dalam perayaan ini membawa pesan politik yang kuat terkait penguatan ekonomi kerakyatan di dapil pesisir. Yudha Sukmagara menyatakan bahwa antusiasme luar biasa dari berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi politik di Ciwaru harus dikonversi menjadi regulasi dan kebijakan anggaran yang nyata.
Menurut Yudha, pihak legislatif akan terus mengawal agar pemerintah daerah menghadirkan program perlindungan penuh bagi nelayan, mulai dari jaminan keselamatan kerja saat melaut hingga akses modal dan kesejahteraan.
“DPRD melalui keluarga besar Partai Gerindra hari ini ikut memeriahkan Hari Nelayan di Ciwaru. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga harus menjadi dorongan agar perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan, semakin meningkat,” ujar Yudha.
“Tidak hanya syukuran, tetapi kita juga harus memastikan para nelayan dapat melaut dengan aman, memperoleh perlindungan, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah agar kesejahteraan mereka terus meningkat,” tegasnya.
Langkah politik ini dinilai strategis dalam memperkuat sinergi antara DPRD dan konstituen di wilayah pesisir selatan Sukabumi, sekaligus membuktikan komitmen partai dalam mengawal hajat hidup para pencari nafkah di laut.
Magnet Budaya Tradisional di Jantung Geopark Ciletuh
Dari sisi pariwisata, Syukuran Hari Nelayan Ciwaru ke-69 membuktikan diri sebagai daya tarik wisata budaya (*cultural tourism*) yang luar biasa. Desa Ciwaru yang berada di kawasan Kecamatan Ciemas merupakan salah satu pintu gerbang utama keindahan bentang alam Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark atau CPUGGP.
Event tahunan seperti pesta laut ini terbukti mampu menyedot perhatian wisatawan dan mendongkrak perputaran uang di sektor ekonomi kreatif, okupansi penginapan, hingga kuliner lokal. Kendati demikian, Yudha mengingatkan bahwa eksploitasi potensi wisata dan perikanan ini wajib dibarengi dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Potensi Unggulan Wisata Pesisir Ciwaru:
* Pesona bentang pantai dan laut selatan yang eksotis.
* Keasrian hutan pesisir dan kawasan penyangga Geopark Ciletuh.
* Edukasi budaya melalui tradisi larung sesaji dan kesenian tradisional pesisir.
“Kita dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Kabupaten Sukabumi memiliki pantai, laut, hutan, dan bentang alam yang indah. Semua potensi ini harus kita jaga bersama agar mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Yudha.
Melalui sinergi kuat antara kebijakan politik yang pro-nelayan, pelestarian ekosistem laut, dan tata kelola wisata yang ramah lingkungan, Syukuran Nelayan Ciwaru diharapkan tidak lagi sekadar menjadi kalender budaya tahunan. Acara ini harus menjadi mesin penggerak utama ekonomi pesisir Kabupaten Sukabumi yang produktif, lestari, dan berdaya saing global.












