SUKABUMISATU.com – Peta politik Kabupaten Sukabumi bergerak dinamis. Setelah lebih dulu terlihat berada dijajaran rapat pengurus DPD PSI politisi senior sekaligus mantan Wakil Bupati Sukabumi Ucok Haris Maulana bersama putranya Yudanagara Maulana Yusuf—yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD PSI Kabupaten Sukabumi—kini giliran nama besar lain yang mencuat, Deni Sasmedi, mantan Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sukabumi dan eks anggota DPRD periode 2014–2019.
Masuknya Deni Sasmedi ke dalam radar PSI bukanlah kejutan biasa. Ini menjadi bagian dari gelombang migrasi politik tokoh-tokoh senior yang mulai melihat PSI sebagai kendaraan politik baru yang menjanjikan. Fenomena ini sekaligus menandai bahwa PSI tak lagi sekadar dipersepsikan sebagai partai anak muda, melainkan mulai menjelma menjadi partai lintas generasi dengan daya tarik kuat.
Momentum ini beriringan dengan proses pembenahan internal dan konsolidasi besar-besaran yang dilakukan PSI Kabupaten Sukabumi, pasca Dede Abdul Latif ditetapkan sebagai Ketua Definitif DPD PSI Kabupaten Sukabumi. Penunjukan tersebut merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, sebagai bagian dari strategi penguatan struktur daerah.
Ketua DPD PSI Kabupaten Sukabumi, Dede Abdul Latif, menegaskan bahwa partainya membuka ruang luas bagi tokoh-tokoh berpengalaman yang memiliki semangat perubahan.
“PSI terbuka bagi siapa pun yang ingin berkontribusi nyata untuk Sukabumi. Kami percaya, perubahan membutuhkan idealisme sekaligus pengalaman,” ujar Dede.
Meski belum diumumkan secara resmi kapan Deni Sasmedi akan bergabung, sinyal politik yang beredar menunjukkan bahwa langkah tersebut bukan sekadar wacana. Kehadirannya dinilai akan melengkapi barisan tokoh senior yang kini mulai mengisi struktur PSI Sukabumi.
Sebagai figur yang lama berkecimpung di dunia legislatif dan kepartaian, Deni Sasmedi dikenal memiliki jaringan politik kuat hingga akar rumput. Jika resmi bergabung, ia diyakini mampu mempercepat konsolidasi PSI serta memperluas basis dukungan, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi kantong suara partai-partai lama.
Masuknya Ucok Haris Maulana, Yudanagara Maulana Yusuf, dan kini menyusul Deni Sasmedi, mempertegas satu hal: Partai Berlogo Gajah ini tengah menjadi partai yang “seksi” secara politik. Bukan hanya bagi kalangan muda, tetapi juga bagi politisi senior yang mencari ruang baru untuk tetap relevan dan berpengaruh.
PSI yang saat ini menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju dinilai sedang membangun format baru politik daerah—menggabungkan semangat muda, struktur modern, dan pengalaman para senior. Strategi ini dipandang sebagai langkah cerdas menghadapi kontestasi politik mendatang di Sukabumi.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Kabupaten Sukabumi akan menjadi basis kekuatan baru PSI di Jawa Barat. Bergabungnya para politisi senior bukan sekadar mempertebal struktur, tetapi juga menjadi sinyal bahwa arus politik sedang berubah arah.
Satu hal yang kini sulit dibantah: PSI bukan lagi partai pelengkap. Di Sukabumi, partai berlambang gajah itu mulai menjelma menjadi magnet politik baru yang patut diperhitungkan.
Editor: Demi Pratama Adiputra








