SUKABUMISATU.com – Angin perubahan mulai terasa di ranah politik lokal Kabupaten Sukabumi. Kabar terbaru menyebutkan politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Budi Irawan, tengah mempertimbangkan langkah politik besar dengan kemungkinan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tak tanggung-tanggung, sumber menyebut keterlibatan langsung dari Kaesang Pangarep hingga restu dari lingkaran mantan Presiden Joko Widodo.
Langkah ini diyakini bukan hanya sekadar perpindahan partai biasa. Banyak pihak menilai, jika benar terjadi, masuknya Budi—yang dikenal sebagai figur kuat dan Ketua Umum GASAK—dapat mengguncang tatanan politik lokal, terutama menjelang Pemilu 2029.
“Posisi strategis sebagai simbol kekuatan baru di PSI. Langkah ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap peta politik Sukabumi,” ungkap Ketua DPD PSI Sukabumi, Dede Abdul Latif kepada sukabumisatu.com. Senin, (28/7/2025).
Menurut informasi yang beredar, ketidakjelasan arah kepengurusan PPP di tingkat daerah menjadi salah satu alasan utama di balik munculnya wacana ini. Namun, lebih dari itu, peran Jokowi dan Kaesang disebut-sebut cukup krusial dalam mendorong pergeseran poros kekuatan politik di daerah.
Saat dikonfirmasi, Budi Irawan tidak menampik isu yang beredar, namun memilih bersikap terbuka dan menenangkan.
“Sebagai manusia dan pengusaha, saya membuka lebar siapapun yang bersilaturahmi. PSI ini sedang kami pelajari, termasuk visi dan misinya, dan akan dilihat apakah bisa membawa kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan akhir akan dikonsultasikan dengan organisasi yang ia pimpin, keluarga, dan senior-seniornya di dunia politik.
“Politik itu dinamis, tapi saya harus pastikan langkah saya mampu mewakili aspirasi masyarakat luas,” tegasnya.
Isu atau Sinyal Awal Konsolidasi Nasional?
Isu kepindahan Budi Irawan ke PSI bisa jadi merupakan sinyal awal konsolidasi kekuatan politik nasional di level daerah. PSI, dengan pendekatan segar dan kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan nasional, tampaknya mulai serius membidik daerah-daerah strategis, termasuk Sukabumi, sebagai basis perluasan pengaruh menjelang Pemilu 2029.
Jika langkah ini benar terjadi, maka bisa dipastikan suhu politik Sukabumi akan mulai menghangat lebih awal. Pertanyaan yang tersisa: akankah partai lain diam melihat ini, atau justru akan muncul manuver-manuver balasan?
Reporter : Demi Pratama Adiputra











