Selasa,26 Mei 2026
Pukul: 21:13 WIB

Diduga Dampak Lahan Perkebunan Sawit, Desa Sukasirna Cibadak Terendam Banjir

Diduga Dampak Lahan Perkebunan Sawit, Desa Sukasirna Cibadak Terendam Banjir

Selasa, 17 Februari 2026
/ Pukul: 20:06 WIB
Selasa, 17 Februari 2026
Pukul 20:06 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibadak pada Selasa (17/2/2026) siang, berujung petaka bagi warga Kampung Babakan Banten, Desa Sukasirna. Hanya dalam waktu sekitar satu jam, air Sungai Cipangasahan meluap hingga merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.

​Bencana ini pun menyingkap tabir kemarahan warga terhadap kebijakan manajemen perkebunan kelapa sawit PTPN yang dinilai abai terhadap dampak lingkungan di wilayah tersebut.

Kebijakan Perkebunan Picu ‘Banjir Kiriman’

​Kepala Desa Sukasirna, Deni Ruswandi, menyebutkan bahwa sekitar 800 hektar atau dua pertiga luas desanya dikelilingi areal perkebunan. Ia menuding hilangnya daya serap tanah di lahan perkebunan menjadi penyebab utama air langsung tumpah ke sungai dan permukiman.

​”Rumput jarang tumbuh karena mungkin penyemprotan (herbisida) sehingga lahan tidak menyerap air. Air tumpah ke sungai dan langsung turun ke warga,” ungkap Deni Selasa, (17/02/26).

​Sementara itu Ketua RW setempat, Syarif, menambahkan bahwa banjir separah ini tidak pernah terjadi di masa kepemimpinan manajer perkebunan sebelumnya. “Sekarang dianjurkan manajer supaya dibabat habis rumputnya. Semua digundulin, imbasnya air langsung tumpah ke masyarakat,” tegas Syarif dengan nada geram.

Data BPBD: 11 Rumah Terendam, 1 KK Terancam Longsor

​Berdasarkan data resmi dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Kecamatan Cibadak, Mawaldi. Dampak banjir luapan yang terjadi pada pukul 14:45 WIB ini mencakup 11 unit rumah warga di RT 01 dan 03 RW 09 terendam, berdampak pada 11 KK atau sekitar 38 jiwa.

​”Selain banjir, hujan deras memicu tanah longsor di Kampung Bangkuwong RT 03/06 yang mengancam rumah milik Endin Samsudin dimana terdapat 6 jiwa,” ungkap Mawaldi saat ditemui dilokasi kejadian.

​Tak hanya rumah, sawah dan lahan pertanian milik warga ikut tergenang, dan memicu ancaman gagal panen massal.

​Ketua RW Syarif menyebutkan warga sangat terpukul secara ekonomi karena harus terus mengeluarkan modal tanam ulang akibat padi yang rusak diterjang banjir.

Upaya Darurat dan Desakan Audiensi

​Pasca kejadian, petugas P2BK Cibadak bersama perangkat desa, TNI/Polri, dan Tagana segera melakukan asesmen di lokasi. Meski air berangsur surut setelah tiga jam berkat gotong royong warga, ancaman luapan susulan masih menghantui jika hujan kembali turun.

​Pihak Desa Sukasirna kini mendesak adanya tanggung jawab nyata dari pihak manajemen perkebunan. Deni Ruswandi menegaskan pihaknya akan segera meminta audiensi dengan PTPN untuk mencari solusi permanen.

​”Kami sudah lakukan pengerukan dan perluasan sungai, tapi tetap tidak menampung. Kami ingin lihat, ada tidak perhatian PTPN terhadap warga kami yang terus-menerus jadi korban banjir ini,” pungkas Syarif.

​Saat ini, kebutuhan mendesak warga di lokasi bencana meliputi mesin alkon untuk penyedotan air serta alat kebersihan untuk membersihkan sisa lumpur pasca banjir.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)