Daya Beli Warga Diuji Jelang 17-an: Harga Daging Ayam di Cibadak Naik Rp7.000 per Kilo

Penjual ayam di pasar Cibadak. Sabtu, (15/08/2026).

SUKABUMISATU.com – Momentum Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tak hanya menyemarakkan kegiatan warga, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal secara signifikan. Di Pasar Semi Modern Cibadak, Kabupaten Sukabumi, lonjakan permintaan (demand) daging ayam potong menjelang perayaan 17 Agustus memicu kenaikan harga sekaligus melipatgandakan omzet para pedagang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging ayam potong melesat ke kisaran Rp45.000 hingga Rp47.000 per kilogram. Harga ini melonjak tajam dibanding harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp39.000 per kilogram.

Demand Melonjak Jelang HUT RI ke-81

Kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya konsumsi rumah tangga dan maraknya berbagai kegiatan warga, mulai dari acara tirakatan, hajatan, hingga konsumsi untuk kegiatan sekolah.

Herman (40), salah seorang pedagang ayam di Pasar Semi Modern Cibadak, mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga ini merupakan respons alami pasar terhadap permintaan masyarakat yang meroket tajam dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

“Sebelumnya sempat di kisaran Rp38.000 sampai Rp39.000 per kg. Sekarang sudah sekitar Rp45.000 per kg. Banyak yang pesan untuk acara-acara kemerdekaan, permintaannya naik drastis,” ujar Herman kepada SukabumiSatu.com, Sabtu (15/8/2026).

Volume Penjualan Tembus 2 Ton per Hari

Dari perspektif bisnis pedagang, peningkatan demand berkali-kali lipat ini memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap perputaran omzet harian.

Baca Juga  Harga Ayam Potong Naik, Pedagang Pasar Cibadak Terpuruk, PAD Pasar Ikut Terdampak

Herman mengaku, volume penjualan harian di lapaknya melonjak hingga 400 persen (4 kali lipat):

  • Penjualan Normal: ~5 kuintal (500 kg) per hari
  • Penjualan Saat Ini: Tembus hingga 2 ton (2.000 kg) per hari

Meskipun permintaan sangat tinggi hingga stok kerap habis, Herman memastikan bahwa rantai pasok (supply chain) masih relatif aman. Pasokan daging ayam yang ia jual secara rutin didatangkan dari sejumlah peternak di wilayah Banten untuk memenuhi kebutuhan Cibadak dan sekitarnya.

Tekanan Inflasi Komoditas dan Daya Beli Konsumen

Di sisi hilir, lonjakan harga bahan pangan ini mulai menekan daya beli masyarakat (purchasing power), khususnya bagi konsumen yang membutuhkan komoditas ayam dalam jumlah besar untuk kegiatan hajatan maupun konsumsi harian.

Baca Juga  Atasi Permasalahan Investasi, Pemda Sukabumi Bentuk Satgas Percepatan Investasi dan Kemudahan Berusaha

Atikah, salah seorang ibu rumah tangga di Cibadak, mengaku harus merogoh kocek lebih dalam akibat kenaikan harga yang bahkan menyentuh angka Rp47.000 per kg di tingkat eceran tertentu.

“Buat acara hajatan tentu terasa sekali kenaikannya. Harapannya harga ayam bisa cepat turun dan kembali normal, apalagi kebutuhan masyarakat sedang banyak untuk acara Agustusan dan sehari-hari,” ungkap Atikah.

Analisis Ringkas Pergerakan Pasar

Indikator Ekonomi Kondisi Normal Kondisi Puncak Agustusan Selisih / Lonjakan
Harga Eceran per Kg Rp38.000 – Rp39.000 Rp45.000 – Rp47.000 Naik ~18% – 20%
Volume Penjualan Harian 5 Kuintal (500 kg) 2 Ton (2.000 kg) Naik 300% (4x lipat)
Faktor Penggerak (Driver) Konsumsi Harian Tirakatan, Hajatan, Acara Kemerdekaan Lonjakan Permintaan Musiman

Fenomena di Pasar Semi Modern Cibadak ini memperlihatkan betapa besarnya dampak seasonal event (event musiman) terhadap pergerakan ekonomi mikro di Kabupaten Sukabumi. Di satu sisi, pedagang mendulang lonjakan omzet bisnis yang sangat besar, namun di sisi lain, stabilitas harga pangan tetap menjadi tantangan nyata bagi daya beli masyarakat harian.

Baca Juga  Jelang Hari Listrik Nasional ke-80, PLN Cibadak Tebar Diskon Tambah Daya, Warga Antusias!

Fenomena di Pasar Semi Modern Cibadak ini memperlihatkan betapa besarnya dampak seasonal event (event musiman) terhadap pergerakan ekonomi mikro di Kabupaten Sukabumi. Di satu sisi, pedagang mendulang lonjakan omzet bisnis yang sangat besar, namun di sisi lain, stabilitas harga pangan tetap menjadi tantangan nyata bagi daya beli masyarakat harian.

Reporter: Suhendi Soex/Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *