SUKABUMISATU.com – Di tengah maraknya euforia lomba tujuh belasan seperti balap karung, panjat pinang, hingga karnaval, ada satu kegiatan yang tak kalah menyedot perhatian warga Cibadak, Kabupaten Sukabumi: turnamen catur.
Senin malam (18/8/2025), halaman pertokoan di Kecamatan Cibadak dipenuhi belasan pecatur yang datang dari berbagai kalangan. Ada wartawan, mahasiswa, hingga komunitas lokal yang rela meluangkan waktu demi adu strategi di atas papan 64 kotak.
Ketua Panitia, Suhendi Soex, menyebutkan bahwa ajang ini bukan semata mencari juara, tetapi menjadi wadah silaturahmi pecinta catur. “Peserta datang dari kampung-kampung bahkan luar daerah tanpa dipungut biaya. Ini menunjukkan catur tetap melekat sebagai olahraga rakyat,” ujarnya.
Turnamen menggunakan format cepat dengan durasi 10 menit per pemain. Atmosfer pertandingan berlangsung sengit, namun tetap penuh keakraban. Penonton yang menyaksikan di pinggir arena kerap memberi tepuk tangan saat ada langkah tak terduga.
Menariknya, ketiga juara yang lahir dari turnamen ini berasal dari Kelurahan Cibadak. Coenk dari Kampung Kebonpala berhasil meraih gelar juara pertama, disusul Akmad juga dari Kebonpala, dan Megi dari Kampung Bojongjagal di posisi ketiga.
Bagi Coenk, kemenangan tersebut bukan sekadar soal piala atau hadiah Rp1 juta yang ia bawa pulang. “Saya senang bisa bertemu banyak pecatur lain. Semoga ini jadi awal untuk berprestasi lebih tinggi,” ungkapnya.
Ketua Club Catur Kuda Cibadak, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa turnamen ini juga bagian dari persiapan menuju Porkab Sukabumi. “Alhamdulillah, antusiasmenya luar biasa. Kami berharap kegiatan ini bisa rutin digelar dan melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sukabumi,” katanya.
Turnamen ini menjadi bukti bahwa catur bukan hanya milik atlet profesional, melainkan olahraga rakyat yang mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana kemerdekaan.
Editor: Demi Pratama Adiputra










