SUKABUMISATU.COM – Hasil penelitian DNA terhadap sampel rambut diduga milik harimau jawa yang ditemukan di Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu sudah dirilis. Tim peneliti menyimpulkan bahwa sampel rambut tersebut adalah milik harimau jawa.
“Dari analisis mtDNA komprehensif ini kami menyimpulkan bahwa sampel rambut dari Sukabumi Selatan adalah milik harimau jawa,” dikutip dari laporan yang dipublikasikan di jurnal Oryx terbitan Cambridge University Press.
Laporan berjudul Is the Javan tiger Panthera tigris sondaica extant? DNA analysis of a recent hair sample (Apakah Harimau Jawa Panthera tigris sondaica masih ada? Analisis DNA dari sampel rambut terbaru) tersebut diterbitkan Kamis (21/03/2024).
Tim peneliti terdiri dari Wirdateti, dan Yulianto dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kalih Raksasewu dari Yayasan Bentang Edukasi Lestari Bogor, dan Bambang Adriyanto dari BKSDA Jawa Barat.
“(Sampel rambut dari Sukabumi, red) Dan termasuk dalam kelompok yang sama dengan spesimen museum harimau jawa yang dikumpulkan pada tahun 1930. Apakah harimau jawa benar-benar masih hidup di alam liar perlu diketahui,” masih dikutip dari laporan yang sama.
Para peneliti juga mengumpulkan sampel dari sub spesies harimau lain juga dari macan tutul jawa (panthera pardus melas) sebagai bahan perbandingan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, urutan sitokrom b yang dihasilkan dari rambut yang didapat dari Cipendeuy adalah sebesar 1043 bp.
Rambut tersebut memiliki kemiripan paling tinggi dengan spesimen harimau jawa yang ada di museum Museum Zoologicum Bogoriense, Bogor dengan tingkat kemiripannya mencapai 98,23 persen.
Tingkat kemiripan DNA ini adalah paling tinggi jika dibandingkan dengan sampel lainnya. Rinciannya 97,06 persen mirip dengan harimau sumatera, dan 96,87 persen dengan harimau bengal.
Para peneliti juga membuat pohon filogenetik dengan menganalisis urutan sitokrom b subspesies P. tigris (Harimau) sepanjang 440 bp dari Luo et al , harimau jawa dari GenBank , dan macan tutul jawa dari Gunung Prau dan GenBank. Urutan ini menunjukkan diferensiasi genetik yang jelas antara sampel bulu harimau jawa dan sampel referensi harimau jawa dari Museum Zoologicum Bogoriense.
Dalam publikasi itu dijelaskan berdasarkan analisis MEGA menunjukkan individu dari rambut yang didapat dari Desa Cipendeuy memiliki jarak genetik terdekat dengan spesimen harimau jawa di museum.
Perbedaan nukleotida antara dugaan bulu harimau jawa dengan spesimen museum harimau jawa adalah 41.000 nukleotida (3,9%).
Untuk diketahui, dugaan keberadaan harimau jawa di Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi berawal dari adanya kesaksian salah seorang warga yang mengaku bertemu dengan sosok harimau pada 2019 lalu. Warga kemudian menelusuri lokasi penemuan individu itu dan mendapati rambut diduga milik harimau jawa di dekat sebuah pagar.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas hingga akhirnya dianalisa oleh peneliti BRIN.
Redaktur: Mulvi Mohammad Noor








