Sabtu,9 Mei 2026
Pukul: 18:10 WIB

Belasan Wartawan Datangi RSUD Jampangkulon, Ada Apa?

Belasan Wartawan Datangi RSUD Jampangkulon, Ada Apa?

Senin, 4 Maret 2024
/ Pukul: 19:45 WIB
Senin, 4 Maret 2024
Pukul 19:45 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Belasan wartawan dari berbagai media online datangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon Kabupaten Sukabumi, Senin ( 4/3/2024 ).

Kedatangan insan pers itu untuk mempertanyakan alasan sulitnya untuk mendapatkan informasi dari RSUD Jampangkulon.

Diketahui, untuk memperoleh informasi dalam tugasnya, baik untuk konfirmasi maupun wawancara, wartawan yang membutuhkan informasi dari RSUD Jampangkulon terlebih dahulu harus mendaftar dan mengisi formulir.

Kondisi seperti itu dirasakan sebagai sebuah tindakan pembungkaman kebebasan pers, sebab kerja seorang wartawan di dalam menyajikan suatu pemberitaan dituntut untuk selalu menyajikan berita yang berimbang dan bertanggungjawab. Sementara pihak RSUD Jampangkulon sebagai Nara sumbernya terkesan tidak Wellcome dan seperti alergi terhadap wartawan.

” Bagaimana kita bisa menyajikan sebuah pemberitaan yang berimbang ketika nara sumbernya tidak dapat diakses cepat. Media kita beritanya gerak cepat. Terlambat beberapa jam saja beritanya bisa jadi basi, ” kata Usman Kavein salah seorang jurnalis televisi.

Baca Juga  RSUD Jampangkulon Segera Miliki Helikopter, Dedi Mulyadi: Sentra Pelayanan Kesehatan Jabar Selatan

Hal lain dirasakan sendiri wartawan Sukabumisatu.com, ketika ada kegiatan donor darah di MAN 3 Negeri Surade, Rabu (21 /2/2024 ). Ketika itu ada seorang tenaga pengajar memberi kabar bahwa di sekolahnya sedang ada kegiatan donor darah yang diinisiasi RSUD Jampangkulon . Untuk kejelasan informasi, sukabumisatu.com mencoba menghubungi staf RSUD Jampangkulon bernama Riyanti. Nama itu didapat dari surat pemberitahuan dari pihak rumah sakit kepada sekolah yang menjadi sasaran kegiatan donor darah.

Ketika Riyanti dihubungi untuk konfirmasi, ia mengaku masalah informasi bukan ranahnya, dan mempersilahkan untuk menghubungi Humas seraya mengirimkan lembar peraturan dan lembar formulir pendaftaran.

Baca Juga  Muskorda ke-II IJTI Sukabumi Raya, Apit Haeruman Kembali Terpilih Sebagai Ketua

Pengalaman serupa dialami wartawan sukabumiupdate, Ragil Gilang, yang mengaku kesulitan mendapat informasi ketika dirinya sedang melaksanakan tugas peliputan di RSUD Jampangkulon, terkait banyaknya pasien DBD yang tidak tertampung diruangan kamar.

Untuk kejelasan dalam pemberitaannya Gilang meminta konfirmasi terkait membludaknya pasien DBD di RSUD Jampangkulon. Tetap apa mau dikata wartawan sukabumiupdate ini harus gigit jari lantaran informasi yang diperlukan tidak didapat.

” Untuk memperoleh konfirmasi saja terlalu birokrasi. Media saya media online, tentunya harus gerak cepat. Terlewat beberapa jam saja, ya berita sudah basi, ” jelas Gilang.

Sementara pihak Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Jampangkulon saat kedatangan awak media meminta dua orang perwakilan wartawan untuk berdiskusi, dengan alasan keterbatasan ruangan.

Baca Juga  Isu Jumlah Pasien DBD Meningkat, Ini Penjelasan RSUD Jampangkulon

Iwan dari media Onenews.com dan Usman Kavein kontributor media tv mewakili wartawan diterima pihak RSUD Jampangkulon, yang diwakili Dirut dr. Luqman Yanuar Rachman, M.PH, dr. Hj. Lusi Arpriani, KA. Subag Tata Usaha Ramdan Nugraha, dan Lia Desti KA. Humas.

Hasil pertemuan disepakati bahwa peraturan yang dikeluarkan pihak RSUD Jampangkulon terkait memperoleh informasi akan dikaji ulang.

Sementara itu, Aktivis Sukabumi Walagri juga turut menyayangkan kurang kooperatifnya Humas RSUD Jampangkulon.

“Di beberapa kondisi Humas RSUD Jampang Kulon sering tidak kooperatif. Rumah Sakit sebagai tempat pelayanan publik, harusnya dapat membuka ruang informasi, saran dan kritik. Jangan sampai terkesan tertutup dan anti kritik terlebih terhadap awak media.”

Reporter: Jajang Suhendar

 

Related Posts

Add New Playlist